Yuk Jaga Pandangan Mata, Upaya Menjauhi Bencana

Jika seorang pelajar ingin meraih kesempurnaan ilmu, hendaklah ia menjauhi kemaksiatan dan senantiasa menundukkan pandangannya dari hal-hal yang haram untuk dipandang karena yang demikian itu akan membukakan beberapa pintu ilmu, sehingga cahayanya akan menyinari hatinya. Jika hati telah bercahaya maka akan jelas baginya kebenaran. Sebaliknya, barangsiapa mengumbar pandangannya, maka akan keruhlah hatinya dan selanjutnya akan gelap dan tertutup baginya pintu ilmu.
(Ibnu Qayyim Al-Jauziyah).

Mata dan hati memiliki ikatan yang kuat. Para dokter akhlaq bertutur, “Antara mata dan hati ada kaitan eratnya. Bila mata telah rusak dan hancur, maka hati pun rusak dan hancur.
Berapa banyak jatuh korban akibat kerlingan mata yang membawa kehancuran dan penderitaan. Sudah amat banyak kita dengar kasus-kasus perbuatan keji yang dilakukan oleh para pemuda (perzinaan, homoseks, lesbian), suami-istri yang bercerai, atau menderitanya anak-anak sebagai korban. Baca entri selengkapnya »

Kapankah Kelalaian Ini Berakhir

MediaMuslim.InfoSaat ini kebanyakan manusia hidup dalam kelalaian yang nyata dari (mengingat) Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan kampung akhirat. Dunia dan seluruh perhiasannya telah menjebak umat manusia, angan-angan tak karuan sudah menipunya, dan mereka telah disetir oleh keinginan-keinginan jelek, setan serta hawa nafsu yang selalu menyuruh kepada perbuatan tercela, namun dengan ini semua diri masih mengira bahwa telah berbuat sebaik-baiknya perbuatan. Baca entri selengkapnya »

Petaka dan Fitnah Ulama Su’

MediaMuslim.InfoNamanya saja ulama su’ (buruk), tentu pekerjaan-nya merusak, mengacau, dan menyesatkan. Disebut ulama karena baju dan lisannya seperti ulama, disebut su’ karena perbuatan, ajakan, dan hatinya jahat. Karena itu, ulama su’ termasuk jenis manusia yang berbulu domba namun berhati serigala.Ulama su’ sekarang ini adalah generasi penerus dari ulama su’ zaman dahulu. Ulama su’ mengajarkan tipu daya untuk mencari celah-celah hukum Alloh Subahanahu wa Ta’ala, sehingga mereka bisa memakan harta secara batil seperti kisah penduduk yang menghalalkan mencari ikan pada hari Sabtu dengan tipu daya yang cukup terkenal itu, atau menghalalkan bangkai dengan cara mencairkannya menjadi minyak lalu dijual dan dimakan harganya. Baca entri selengkapnya »

Bumi dan Langit Berlapis Tujuh

MediaMuslim.Info – Di dalam Al-Qur’an Al-karim disebutkan bahwasanya Alloh Subhanahu wa Ta’ala menciptakan bumi berlapis tujuh, sebagaimana juga langit yang telah Alloh Subhanahu wa Ta’ala ciptakan berlapis tujuh.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Alloh-lah yang menciptakan tujuh langit; dan seperti itu  pula bumi. Perintah Alloh berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya  Allah maha berkuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Alloh ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu” (QS: Ath-Thalaq : 12)

Didalam hadits shahih disebutkan bahwa bumi berlapis tujuh, sebagaimana yang  diriwayatkan oleh Bukhari hadits no.2320 dan Muslim hadits no. 1610 dari  Sa’id bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  wa Sallam bersabda, yang artinya: “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah (orang lain) secara zhalim,  maka kelak Alloh himpitkan kepadanya pada hari kiamat (dengan) tujuh lapis  bumi”

Di dalam kitab Shahihain (Bukhari no.2321 dan Muslim no.1612) juga tercantum  hadits serupa itu dari Aisyah secara marfu.

(Sumber Rujukan: Fatawa Li Al- Lajnah Ad-Da’imah 1/63, Fatwa no. 8805 Di susun oleh Syaikh  Ahmad Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul Asimah Riyadh)

Pemahaman Dasar Tentang “Tasyabbuh”

MediaMuslim.InfoAt-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meniru dan mengikutinya. Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka (kaum kafir). Baca entri selengkapnya »

« Older entries