Menumbuhkan Cinta Kepada Rasululloh

MediaMuslim.InfoTerkadang sebagian kita sulit namun ingin sekali bisa mencintai Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam tapi kenyataannya hampa. Ada orang yang bilang tak kenal maka tak sayang, supaya jadi sayang maka ta’aruf (berkenalan). Tidak mungkin timbul rasa cinta tanpa mengenal yang dicintainya, sepakat tidak…?  membaca dan menghayati kisah-kisah Beliau dalam Sirah Nabawiyah dapat menyuburkan taman hati dengan cinta kepada Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam. Kehalusan tutur kata beliau, bagusnya akhlak beliau, sikap beliau terhadap keluarga, sahabat bahkan terhadap lawan, dan seabrek teladan lain yang beliau contohkan.

Firman Alloh   Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari diri kalian sendiri, terasa berat olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (memberi manfaat dan mencegah bahaya) ununtuk kalian, amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang-orang beriman.” (QS: At Taubah: 128)

Jangan lantas putus asa jika ternyata cinta kepada Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam belum berbunga di hati kita. Tetaplah sabar mempelajari seluk beluk kehidupan beliau shalallahu ‘alaihi wasalam sambil mencoba mengamalkan apa yang beliau ajarkan di dalam sunnahnya, misalnya buat yang kaum pria yaitu memelihara jenggot dan melaksanakan sholat lima waktu secara berjemaah di Masjid.

Perlahan tapi pasti, mengamalkan sunnah-sunnah Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam secara bertahap, mulai dari sejak bangun tidur sampai kembali tidur di malam hari. Mulai dari sunnah-sunnah yang dapat dengan mudah kita lakukan hingga sunnah-sunnah yang memerlukan pengorbanan ununtuk mengamalkannya.

Tidak ada orang yang bisa selamat hidupnya tanpa mengikuti sunnah Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam. Dalam hadist Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam disebutkan, yang artinya: “Aku telah meninggalkan kalian di atas agama yang terang nyata, malamnya seperti siangnya. Tidak ada yang menyimpang darinya, melainkan pasti binasa.” (Shahihul Jami’: 58).

Orang yang mencintai kekasihnya akan berusaha melakukan segala perintah yang dicintainya. Bertingkah laku seperti yang dicintainya. Benci terhadap apa-apa yang tak disukai sang kekasih dan suka akan apa-apa yang disenanginya. Jadi, bukti cinta kepada Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam tidak lain dengan mentaati perintahnya dan menjauhi yang dilarangnya. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an, yang artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS: Al-Hasyr: 7)

Kalo’ cinta seperti ini telah tumbuh berbunga, segala perintah dan larangan jadi terasa ringan dijalankan. Ketika Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya menyerukan suatu perintah, spontan kita sambut dan laksanakan. Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Alloh dan rasulNya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS: An-Nuur: 51)

Tidak membantah apalagi benci dan tidak pikir-pikir dulu soal untung-ruginya melaksanakan perintah. Dan jangan sampai separah ini, yaitu membuat aturan main sendiri yang tidak sesuai syari’at. Kalau sudah begini, cintanya masih tanda tanya doong…. coba simak firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS: Al-Ahzab: 36).

Kalo terpikir dalam benak kita, kenapa perintahnya terasa berat dan akal kita belum nyambung akan hikmah (manfaat) di balik perintah itu, kita jangan langsung tolak mentah-mentah. Akal manusia sangat terbatas, hanya Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang tahu hikmah itu semua, liat lagi firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS: Al-Baqarah: 216).

Itulah pengorbanan yang sejati, bukti cinta kita kepada Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam. Ringan memang jika dibaca doang dan berat terasa kalau tidak pernah coba untuk memulai. Jangan biarkan 5 huruf yang sangat dahsyat ini dipakai buat mencintai yang tidak layak dicintai. Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala berikan kita kemudahan untuk mencintai RasulNya dan mengamalkan sunnah-sunnahnya.

Ya Alloh Subhanahu wa Ta’ala, sesungguhnya kami bersaksi bahwa kami mencintai Nabi kami Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam, para Sahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan melaksanakan kebajikan. Ya Alloh Subhanahu wa Ta’ala, sertakanlah kami dengan mereka, dan kumpulkanlah kami bersama golongan mereka, meskipun akhlak dan amal perbuatan kami tidak sepadan dengan akhlak dan amal perbuatan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Lagi Maha Mengabulkan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: