Binatang yang dikurbankan & Serba Serbi Penyembelihan

MediaMuslim.Info – Binatang yang akan dikurbankan hendaklah telah berumur: Unta 5 tahun, Sapi 2 tahun, kambing 1 tahun atau hampir 1 tahun, ulama madzhab Maliki dan Hanafi membolehkan kambing yang telah berumur 6 bulan asal gemuk dan sehat (Al-Mughni: 9:439)  Binatang yang dikurbankan adalah unta, sapi dan kambing karena firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Supaya mereka menyebut nama Alloh terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Alloh kepada mereka.” (QS: Al-Hajj: 34)

Binatang itu harus sehat tidak memiliki cacat, sebab Rasululloh ShallAllohu alaihi wasalam bersabda, yang artinya: “Empat cacat yang tidak mencukupi dalam berqurban: Buta yang jelas, sakit yang nyata, pincang yang sampai kelihatan tulang rusuknya dan lumpuh / kurus yang tidak kunjung sembuh.” (HR: At-Tirmidzi)Waktu Penyembelihan

Setelah shalat Iedul Adhha usai, maka penyembelihan baru diizinkan dan berakhir saat tenggelam matahari hari tasyrik (13 Dzulhijjah){Ibnu Katsir, 3/301}, karena Rasululloh ShallAllohu alaihi wasalam besabda, yang: “Siapa yang menyembelih sebelum shalat (Ied) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan siapa menyembelih setelah shalat dan dua khutbah maka sungguh dia telah menyempurnakan kurbannya dan sesuai dengan sunnah.” (disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim).

Kesunahan dalam berkurban:

  • Menajamkan Pisau, Rasululloh ShallAllohu alaihi wasalam bersabda, artinya: “Sesungghnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan berbuat baik pada segala sesuatu, maka jika kalian membunuh, perbaikilah pembunuhan jika kalian menyembelih, perbaikilah penyembelih-an, haruslah seseorang mengasah mata pedangnya dan menyembelih dengan baik binatang sembelihan.” (HR: Al-Jamaah kecuali Al-Bukhari).

  • Menyembunyikan pisau dari pandangan binatang, Ibnu Umar Radhiallaahu anhum Berkata: Rasululloh ShallAllohu alaihi wasalam menyuruh agar, mempertajam pedang dan menyembunyikan dari pandangan binatang (yang akan disembelih).

  • Tidak membaringkan binatang sebelum siap alat dan sebagainya. Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu menceritakan bahwa sese-orang membaringkan kambing sedang dia masih mengasah pedangnya, maka Nabi ShallAllohu alaihi wasalam bersabda, artinya: “Apakah anda akan membunuhnya berkali-kali? mengapa tidak anda asah pedang anda sebelum anda membaringkannya.” (HR: Al-Hakim).

  • Menjauhkan/menutupi penyembelihan dari binatang-binatang yang lain, sebab hal ini termasuk menyakiti dan menjauhkan rahmat. Umar bin Khattab Radhiallaahu anhu pernah memukul orang yang melakukannya (Mughni Al-Muhtar: 4/272) }

  • Memberi minum atau memperlakukannya sebaik-baiknya, Umar bin Khattab Radhiallaahu anhu melihat orang menyeret binatang kurban pada kakinya ia berkata: “Celaka kalian ! tuntunlah ia menuju kematian dengan tuntunan yang baik.” (Al-Halal wal Haram: 58)

Penyembelihan Kurban

Disunnahkan bagi yang bisa menyembelih agar menyembelih sendiri. Adapun do’a yang dibaca saat menyembelih adalah: “Ya Alloh ini dari ……. (sebut nama orang yang berkurban atau yang berwasiat), bismillah wAllohu akbar.”

Sebagaimana Rasululloh ShallAllohu alaihi wasalam ketika menyembelih kurban seekor kambing, beliau membaca: “Bismillah wAllohu Akbar, Ya Alloh ini dariku dan dari orang yang tidak bisa berkurban dari umatku.” (HR: Abu Daud dan At-Tirmidzi).

Sedang orang yang tidak bisa menyembelih sendiri hendaklah menyaksikan dan menghadirinya.

(Sumber Rujukan: Min Ahkamil Udhiyyah, Asy-Syaikh Al-Utsaimin)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: