<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Media Muslim WebBlogs</title>
	<atom:link href="http://mediamuslim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mediamuslim.wordpress.com</link>
	<description>Media Muslim Indonesia Hadir Untuk Segenap Lapisan Umat Islam</description>
	<pubDate>Tue, 04 Sep 2007 05:31:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Niat Berpuasa Sebelum Terbit Fajar</title>
		<link>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/09/04/niat-berpuasa-sebelum-terbit-fajar/</link>
		<comments>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/09/04/niat-berpuasa-sebelum-terbit-fajar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2007 05:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AlMaidani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Al Qur'an]]></category>

		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<category><![CDATA[Sunnah Rasul]]></category>

		<category><![CDATA[Wawasan Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediamuslim.wordpress.com/2007/09/04/niat-berpuasa-sebelum-terbit-fajar/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info - Niat untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Romadhon adalah salah satu kewajiban setiap muslim apabila telah jelas masuknya bulan Romadhon dengan penglihatan mata atau persaksian atau dengan menyempurnakan bilangan bulan Sya&#8217;ban menjadi tiga puluh hari, niat ini dilaksanakan pada malam harinya atau sebelum terbit fajar. Namun yang perlu ditekankan disini bahwa niat dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><font color="#008000"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> - </font><font color="#800000">Niat untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Romadhon adalah salah satu kewajiban setiap muslim apabila telah jelas masuknya bulan Romadhon dengan penglihatan mata atau persaksian atau dengan menyempurnakan bilangan bulan Sya&#8217;ban menjadi tiga puluh hari, niat ini dilaksanakan pada malam harinya atau sebelum terbit fajar. Namun yang perlu ditekankan disini bahwa niat dalam beribadah termasuk hendak berpuasa tidaklah dengan dilafazkan dengan bacaan-bacaan khusus yang tidak pernah ditemukan lafaz-lafaz tersebut dalam Al Qur&#8217;an dan As Sunnah.</font><span id="more-150"></span></p>
<p align="justify">Kewajiban berniat ini berdasarkan sabda Rasululloh <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>, yang artinya: <em>“Barangsiapa yang tidak niat untuk melakukan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya&#8221;</em> (HR: Abu Dawud 2454, Ibnu Majah 1933, Al-Baihaqi 4/202 dari jalan Ibnu Wahb dari Ibnu Lahi&#8217;ah dari Yahya bin Ayub dari Abdullah bin Abu Bakar bin Hazm dari Ibnu Syihab, dari Salim bin Abdillah, dari bapaknya, dari Hafshah. Dalam satu lafadz pada riwayat Ath-Thahawi dalam Syarah Ma&#8217;anil Atsar 1/54: <em>&#8220;Niat di malam hari&#8221;</em> dari jalan dirinya sendiri. Dan dikeluarkan An-Nasa&#8217;i 4/196, Tirmidzi 730 dari jalan lain dari Yahya, dan sanadnya shahih)</p>
<p>Dan sabda beliau <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>, yang artinya: <em>“Barangsiapa tidak niat untuk melakukan puasa pada malam harinya, maka tidak ada puasa baginya&#8221;</em> (HR: An-Nasa&#8217;i 4/196, Al-Baihaqi 4/202, Ibnu Hazm 6/162 dari jalan Abdurrazaq dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Syihab, sanadnya shahih kalau tidak ada &#8216;an-anah Ibnu Juraij, akan tetapi shahih dengan riwayat sebelumnya)</p>
<p>Sebagian ahlul ilmi juga menyatakan keringanan bagi tidak mengetahui tentang waktu bulan Romadhon. Apabila mereka tidak niat di malam hari ketika puasa wajib sebelum terbitnya fajar karena tidak tahu, maka tidaklah rusak puasanya, dan barangsiapa makan dan minum kemudian tahu di sisa hari tersebut, maka tidak wajib mengqadha&#8217;.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Cara Berniat Puasa Romadhan</font><br />
</strong><font color="#ff00ff">Niat itu tempatnya di dalam hati, dan melafazdkannya adalah yang perbuatan yang diada-adakan dalam agama (bid’ah) yang dapat menyebabkan kita jatuh pada kesesatan, walaupun manusia menganggapnya sebagai satu perbuatan baik. </font></p>
<p>Kewajiban niat semenjak malam harinya ini hanya khusus untuk puasa wajib saja, karena Rasululloh <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> pernah datang ke Aisyah pada selain bulan Romadhon, kemudian beliau bersabda, yang artinya: <em>“Apakah engkau punya santapan siang? Maka jika tidak ada aku akan berpuasa&#8221; </em>(HR: Muslim 1154). <em>Wallahu Ta&#8217;ala a&#8217;lam<br />
<strong><br />
</strong></em><font color="#800000">(Sumber Rujukan: Shifat shaum an Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam </em>Fii Ramadhan, oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly &amp; Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid; Zaadul Ma’ad: 1/201, http://www.mediamuslim.info/romadhon/niat-berpuasa-sebelum-terbit-fajar.html)</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediamuslim.wordpress.com/150/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediamuslim.wordpress.com/150/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediamuslim.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediamuslim.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediamuslim.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediamuslim.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediamuslim.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediamuslim.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediamuslim.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediamuslim.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediamuslim.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediamuslim.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=150&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/09/04/niat-berpuasa-sebelum-terbit-fajar/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mediamuslim-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">AlMaidani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapankah Kelalaian Ini Berakhir</title>
		<link>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/kapankah-kelalaian-ini-berakhir/</link>
		<comments>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/kapankah-kelalaian-ini-berakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 05:56:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AlMaidani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/kapankah-kelalaian-ini-berakhir/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info - Saat ini kebanyakan manusia hidup dalam kelalaian yang nyata dari (mengingat) Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan kampung akhirat. Dunia dan seluruh perhiasannya telah menjebak umat manusia, angan-angan tak karuan sudah menipunya, dan mereka telah disetir oleh keinginan-keinginan jelek, setan serta hawa nafsu yang selalu menyuruh kepada perbuatan tercela, namun dengan ini semua diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><span><span><span><span><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> - </span></span></span></span></span>Saat ini kebanyakan manusia hidup dalam kelalaian yang nyata dari (mengingat) Alloh<em> Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> dan kampung akhirat. Dunia dan seluruh perhiasannya telah menjebak umat manusia, angan-angan tak karuan sudah menipunya, dan mereka telah disetir oleh keinginan-keinginan jelek, setan serta hawa nafsu yang selalu menyuruh kepada perbuatan tercela, namun dengan ini semua diri masih mengira bahwa telah berbuat sebaik-baiknya perbuatan.<span id="more-149"></span></p>
<p align="justify">Sesungguhnya ghaflah (lalai, terlena) adalah racun yang sangat mematikan, dan penyakit yang sangat berbahaya, yang dapat menguasai hati, merasuk mencengkram jiwa, serta menawan/melumpuhkan angota badan.</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>berfirman, artinya: <em>&#8220;Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).&#8221;</em> (QS: Al Anbiyaa&#8217;: 1)</p>
<p><strong>Mayoritas manusia dalam keadaan lalai<br />
</strong>Al Imam Ibnu Al Qayyim <em>rahimahulloh</em> berkata: Dan barangsiapa memperhatikan keadaan manusia, maka dia pasti dapatkan mereka seluruhnya –kecuali sedikit saja- merupakan golongan orang-orang yang hatinya lalai dari mengingat Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, mereka mengikuti hawa nafsunya, sehingga urusan-urusan dan kepentingan mereka terabaikan, yaitu mereka kurang perhatian terhadap hal-hal yang mendatangkan manfaat dan membawa kemashlahatan baginya, sedang mereka menyibukan diri dengan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat baginya, bahkan justru mendatangkan malapetaka bagi mereka, baik sekarang maupun di masa mendatang.</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman</em>, yang artinya: <em>&#8220;Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman-walaupun kamu sangat menginginkannya.&#8221;</em> (QS: Yusuf: 103) Dan firman-Nya <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya:<em> &#8220;Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh&#8221;</em> (QS: Al An&#8217;am: 116) Dan firman-Nya <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.&#8221;</em> (QS: Yunus: 92)</p>
<p>Namun apakah lalainya kebanyakan manusia dari Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>dan dari hari kemudian itu merupakan hujjah bagi orang-orang yang lengah dan suka main-main? <strong>Sama sekali tidak…..</strong>Itu bukan hujjah bagi mereka, bahkan menjadi hujjah atas mereka, karena Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>telah mengutus para Rasul, mereka mengajak manusia untuk beribadah kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>saja yang tidak ada sekutu baginya, dan meninggalkan jalan-jalan kelengahan dan kesesatan, begitu juga Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>telah menurunkan kitab-kitab yang di dalamnya mengandung peringatan dari sikap lalai dan semua pintu-pintunya. Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hati-mu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.&#8221;</em> (QS: Al &#8216;Araf: 205)</p>
<p>Al Imam Abu Muhammad Al Qushariy berkata: Sungguh Alloh<em> Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> telah melarang manusia berbuat lalai, dan Dia telah memerintahkan agar selalu mengingat-Nya setiap saat, Dia  <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh dzikir yang sebanyak-banyaknya.&#8221;</em> (QS: Al-Ahzab: 41) Dan berfirman, yang artinya: <em>&#8220;(yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring&#8221; </em>(QS: Ali Imran: 191)</p>
<p><strong>Siksa bagi orang yang lalai<br />
</strong>Orang-orang yang lalai mendapatkan sangsi di dunia dan sangsi di akhirat, Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>berfirman tentang ummat Nabi Musa tatkala mereka mendustakan dan menyakitinya, yang artinya: <em>&#8220;Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggalamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.&#8221;</em> (QS: Al-A&#8217;raf: 136)</p>
<p>Dan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>telah menjadikan neraka Jahannam &#8211;yaitu tempat siksaan di akhirat&#8211; sebagai tempat kembali dan tempat tinggal bagi orang-orang yang lalai, Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> telah berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manuia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Alloh) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Alloh), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunaknnya untuk mendengar (ayat-ayat Alloh). <span>Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&#8221; </span></em><span>(QS: Al-A&#8217;raf: 179)</p>
<p></span><span>Ayat ini menjelaskan bahwa tempat akhir orang-orang yang lalai adalah Jahannam disebabkan mereka memiliki hati, namun hatinya sangat keras, tidak pernah tersentuh dan terenyuh, serta tidak tergerak sedikitpun dengan mau&#8217;idhah (wejangan), dia bagaikan batu, bahkan lebih keras. Mereka memiliki mata yang mampu melihat pemandangan dhahir (luar) segala sesuatu, namun tidak mampu melihat dengannya hakikat segala urusan, dan tidak mampu dengannya membedakan antara yang bermanfaat dengan yang membahayakan.</p>
<p></span><span>Dan mereka memiliki telinga yang dengannya mereka mendengarkan suara-suara kebatilan, seperti dusta, nyanyian, kata-kata kotor, ghibah, dan namimah, dan mereka tidak mengambil manfaat dengannya dalam mendengarkan hal yang benar dan jujur yang berupa kitab Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> dan sunnah Rasul-Nya <em>Shallallaahu alaihi wa Sallam</em>. Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Mereka itu tempatnya ialah neraka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.&#8221;</em> (QS: Yunus: 7-8)</p>
<p></span><span>Dan Dia <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>berfirman tentang adzab orang-orang yang lalai di Jahannam, yang artinya: <em>&#8220;Dan telah dekat kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata), &#8220;Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Alloh, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.&#8221;</em> (QS: Al Anbiya: 97-98)</p>
<p></span><span>Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> juga memberitahukan bahwa kelalaian itu bila telah menguasai hati menyebabkan seseorang ridla dengan kekufuran, dadanya merasa tenteram dengannya, pintu-pintu hidayah tertutup, dan terkuncilah hati itu, <em>wal &#8216;iyadzu billah</em>, sehingga taubat dan hidayah sangat sulit tercapai, Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman</em>, yang artinya: <em>&#8220;Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Alloh menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasannya Alloh tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran, dan penglihatan-nya telah dikunci mati oleh Alloh, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.&#8221;</em> (QS: An Nahl: 106-108)</p>
<p></span><span><strong>Lalai sebab segala kejelekan<br />
</strong></span><span>Al Imam Ibnu Al Qayyim</span><span> berkata: Dan lalai dari (mengingat) Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> dan hari kemudian bila berpasangan dengan mengikuti hawa nafsu maka terlahirlah dari keduanya segala macam keburukan, dan umumnya bergabung antara keduanya dan tidak pernah terpisahkan. Barang siapa memperhatikan kerusakan situasi alam ini, secara umum maupun khusus maka dia bakal mendapatkannya sebagai akibat dari kedua hal ini.</p>
<p></span><span>Kelalaian menjadi penghalang antara seseorang dengan kemampuan memandang kebenaran, mengetahuinya, dan memahaminya, sehingga ia termasuk dalam jajaran orang-orang yang sesat.</p>
<p></span><strong><span>Tanda-tanda lalai</span><span><br />
</span></strong><span>Saudaraku tercinta, lalai itu memiliki banyak tanda, dikala kita melihat salah satunya ada dalam diri kita, maka ketahuilah sesungguhnya kita dalam bahaya, cepatlah koreksi diri, kejarlah ketinggalan, dan mulailah menanggulangi tanda-tanda ini dengan cara-cara yang disyari&#8217;atkan agar kita mampu melepaskan diri dari cengkaramannya sepanjang masa. </span>Dan di antara-tanda itu adalah:</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Menyekutukan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, dan inilah fenomena kelalaian yang paling besar.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Kufur, fasiq, dan nifaq.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Melakukan perbuatan-perbuatan keji, seperti zina, sodomi, minum-minuman keras, dan lain sebagainya. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Menyia-nyiakan shalat, dan menyepelekan waktu-waktunya, serta (meninggalkan)mendirikannya secara berjamaah di mesjid. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Sedikit mengingat Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Sedikit membaca Al Qur&#8217;an.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Meninggalkan berdoa, dan berlindung kepada Alloh<em> Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Mencintai dunia, dan menyibukan diri untuk mengumpulkannya dengan berbagai cara.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Tasyabbuh (menyerupai) dengan musuh-musuh Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, baik dalam hal pakaian, cara hidup, dan penampilan.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Berteman dengan orang-orang jahat, dan orang yang tidak mau mengingatkannya kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Menyia-nyiakan waktu dalam hal yang bukan termasuk ketaatan kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Terlalu banyak makan, minum, tidur, dan bergaul, karena itu semua menyebabkan rusaknya hati dan malasnya anggota badan dari melaksanakan berbagai macam ketaatan. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Mendengarkan lagu-lagu, dan menonton siaran parabola yang beracun. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Tidak hati-hati dalam segala hal yang berkaitan dengan halal dan haram. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Melanggar keharaman-keharaman yang nampak, seperti mempergunakan narkoba, merokok, laki-laki mengisbalkan pakaiannya dan mencukur jenggot, wanita ber-tabarruj dan keluar dengan bersolek serta memakai wangi-wangian, dan lain sebagainya.</span><span><br />
</span></li>
</ol>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">(Sumber Rujukan: Nasrah Darul Wathan,  &#8220;Ila mata al ghaflah&#8221;)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediamuslim.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediamuslim.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediamuslim.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediamuslim.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediamuslim.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediamuslim.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediamuslim.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediamuslim.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediamuslim.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediamuslim.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediamuslim.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediamuslim.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=149&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/kapankah-kelalaian-ini-berakhir/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mediamuslim-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">AlMaidani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuntunan Zakat Mal</title>
		<link>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/tuntunan-zakat-mal/</link>
		<comments>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/tuntunan-zakat-mal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 05:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AlMaidani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Zakat &amp; Infak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/tuntunan-zakat-mal/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info - Zakat merupakan kewajiban syar&#8217;i dan salah satu dari rukun Islam yang sangat penting setelah syahadatain dan shalat. Dalil dari Al Qur&#8217;an, As Sunnah maupun ijma&#8217; kaum muslimin telah nyata menunjukkan bahwa zakat merupakan perkara wajib yang jika seseorang mengingkarinya bisa terjerumus ke dalam jurang kekufuran (murtad). Dia harus bertobat jika ingin kembali diakui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><span><span><span><span><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> - </span></span></span></span></span>Zakat merupakan kewajiban syar&#8217;i dan salah satu dari rukun Islam yang sangat penting setelah syahadatain dan shalat. Dalil dari Al Qur&#8217;an, As Sunnah maupun ijma&#8217; kaum muslimin telah nyata menunjukkan bahwa zakat merupakan perkara wajib yang jika seseorang mengingkarinya bisa terjerumus ke dalam jurang kekufuran (murtad). Dia harus bertobat jika ingin kembali diakui lagi sebagai seorang muslim. Jika ia enggan bertobat maka boleh untuk diperangi.<span id="more-148"></span></p>
<p align="justify">Mereka yang bakhil atau membayar namun tidak sesuai kewajibannya maka ia telah berbuat zhalim dan akan berhadapan dengan ancaman Alloh yang sangat keras. Firman Alloh <em>Subhaanahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Alloh berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat&#8221;</em> (QS: Ali &#8216;Imron: 180)</p>
<p>Rasululloh <em>Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Barang siapa yang diberi oleh Alloh harta kemudian ia tidak membayar zakatnya maka akan dijelmakan harta itu pada hari kiamat dalam bentuk ular yang kedua kelopak matanya menonjol. Ular itu melilitnya kemudian menggigit dengan dua rahangnya sambil berkata: &#8220;Aku hartamu aku simpananmu&#8221;</em> (HR: Al-Bukhari)</p>
<p><strong>Beberapa Faedah Zakat<br />
A. Faedah diniyah (segi agama)</strong></p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari rukun Islam yang menghantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Rabbnya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Pembayar zakat akan mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, sebagaimana firman Alloh <em>Subhaanahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah&#8221;</em> (QS: Al Baqarah: 276)<br />
Dalam sebuah hadits yang muttafaq &#8216;alaih Nabi <em>Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> juga menjelaskan bahwa shadaqah dari harta yang baik akan ditumbuhkan kembangkan oleh Alloh <em>Subhaanahu wa Ta&#8217;ala </em>berlipat ganda.</li>
<li>
<p align="justify">Zakat merupakan sarana penghapus dosa, seperti yang pernah disabdakan Rasululloh <em>Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam. </em></p>
</li>
</ol>
<p align="justify"><strong>B. Faedah Khuluqiyah (Segi Akhlak) </strong></p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar zakat.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia kan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak.</p>
</li>
</ol>
<p align="justify"><strong>C. Faedah Ijtimaiyyah (Segi Sosial Kemasyarakatan)</strong></p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Memberikan support kekuatan bagi kaum muslimin dan mengangkat eksistensi mereka.Ini bisa dilihat dalam kelompok penerima zakat, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosisal, dendam dan rasa dongkol yang ada dalam dada fakir miskin. Karena masyarakat bawah biasanya jika melihat mereka yang berkelas ekonomi tinggi menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang tidak bermanfaaat bisa tersulut rasa benci dan permusuhan mereka. Jikalau harta yang demikian melimpah itu dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan tentu akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih antara si kaya dan si miskin.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak fihak yang mengambil manfaat.</p>
</li>
</ol>
<p align="justify"><strong> Harta yang wajib dikeluarkan Zakatnya</strong></p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Emas dan perak, dengan syarat telah mencapai nishab (batas minimal suatu harta wajib dizakati) dan melewati haul (putaran satu tahun penuh). Nishab emas adalah 85 gram dan perak 595 gram, dan harta yang dikeluarkan sebanyak dua setengan persen. Juga berlaku bagi mata uang yang telah mencapai nilai tersebut, demikian pula emas dan perak yang dipakai untuk perhiasan, meski dalam hal perhiasan ini ada sebagian ulama yang mewajibkan sekali saja seumur hidup bukan tiap tahun, di antaranya pendapat Anas bin Malik <em>Radiyallahu &#8216;anhu</em> (Al Muhalla 6/78 dan Sunan Kubra 4/138).</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Harta perniagaan/perdagangan, zakat yang dikeluarkan sebanyak dua setengah persen dengan hitungan jumlah nilai barang dagangan (harga asli/net) digabung dengan keuntungan bersih, dan jika memiliki hutang maka dipotong hutang terlebih dahulu. Termasuk ketegori perdagangan adalah jual-beli mobil, rumah (properti), textil dan binatang ternak. Akan tetapi mobil, rumah atau pakaian yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tidak ada kewajiban mengeluarkan zakatnya. Pembayaran zakat perdagangan dilakukan setelah mencapai nishab dan melalui haul.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Hasil Tanaman berupa biji-bijian maupun buah-buahan, dibayarkan ketika panen dengan nishab kurang lebih 670 kg. Zakat yang dikeluarkan sebanyak sepuluh persen jika yang menyiraminya air hujan, dan jika meng-gunakan alat atau dengan memindah air maka cukup lima persen.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Peternakan, Untuk kambing ketentuan zakatnya adalah sebagai berikut: Antara 40 sampai 120 ekor zakatnya satu ekor kambing. Antara 121 sampai 200 ekor zakatnya dua ekor kambing. 201 zakatnya 3 ekor kambing, kemudian setiap 100 kambing selanjutnya zakatnya satu ekor. Sedangkan nishab sapi adalah sebanyak 30 ekor, dan ketentuannya dapat dirujuk dalam buku-buku yang membahas masalah zakat secara khusus. Demikian juga harta-harta lain yang secara globalnya telah mencapai batas ketentuan diwajibkannya zakat.</p>
</li>
</ol>
<p><strong>Golongan yang berhak menerima zakat</strong></p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Fuqara (fakir), yaitu orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, penghasilannya hanya bisa menutupi separo kebutuhannya atau bahkan tidak sampai. Dalam arti mereka hidup jauh di bawah garis standar.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Masakin (miskin), yaitu orang yang penghasilannya sedikit dibawah garis standar, ia hanya kekurangan sedikit dalam hal pemenuhan kebutuhan. Syaikh Al-Utsaimin berpendapat bahwa seseorang yang tidak memiliki harta benda namun di sisi lain ia punya penghasilan baik itu berupa upah, gaji atau kesibukan lain yang memberi pemasukan mencukupi maka ia tidak berhak menerima zakat.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Amil Zakat, Mereka adalah petugas yang ditunjuk Hakim &#8216;Am dalam daulah (negara) untuk menarik zakat dari para aghniya&#8217; (orang yang wajib berzakat) dan sekaligus mendistribusikannya kepada para mustahiq (yang berhak menerima zakat), juga bertanggung jawab menjaga harta zakat tersebut.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Muallaf, mereka adalah orang-orang yang masih lemah imannya, terutama sekali bagi yang memiliki kedudukan penting seperti pemimpin suatu kaum/suku.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Riqab (budak), termasuk dalam hal ini adalah membelinya lalu memerdekakannya, membantu hamba sahaya yang berusaha menebus dirinya karena ingin merdeka, dan melepaskan kaum muslimin yang menjadi tawanan/sandera.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Gharim, yaitu orang yang terlilit hutang dan tidak memiliki kemampuan untuk membayarnya. Mereka diberi bagian dari zakat untuk membantu melunasi hutang tersebut entah itu banyak atau sedikit.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Fi Sabilillah, yakni mereka yang berjuang di jalan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, para mujahidin diberi bagian zakat sesuai kebutuhan mereka dan dari zakat ini dapat dibelikan alat-alat yang dibutuhkan untuk berjihad. Termasuk fi sabilillah adalah para penuntut ilmu syar&#8217;i.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Ibnu Sabil, yakni musafir yang kehabisan bekal di tengah perjalanan. Ia diberi zakat sebanyak keperluannya untuk sampai kembali ke negerinya.</p>
</li>
</ol>
<p align="justify">Mereka inilah para penerima zakat berdasarkan ketetapan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>dalam kitabNya. Perhatian untuk para pengelola zakat bahwa harta zakat tidak dapat disalurkan kepada selain 8 golongan yang tersebut di atas dengan alasan apapun. Baik itu berupa pembangunan masjid, renovasi jalan dan lain sebagainya, karena Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>menyebutkan pembagian ini dengan bentuk hashr (terbatas) yakni dengan kata innama (hanya). Sebagaimana disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 60.</p>
<p>Dari sini jelas sekali bahwa Islam tidak menyia-nyiakan harta dan segala peluang yang dapat membawa maslahat umat sehingga tidak tersisa dalam setiap jiwa rasa tamak dan bakhil yang menguasai hawa nafsu. Bahkan mengarahkannya untuk kepentingan yang lebih besar sebagai salah satu potensi untuk perbaikan kondisi umat.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Fushul fi Ash-Shiyam wa At-Tarawih wa Az-Zakah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediamuslim.wordpress.com/148/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediamuslim.wordpress.com/148/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediamuslim.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediamuslim.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediamuslim.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediamuslim.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediamuslim.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediamuslim.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediamuslim.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediamuslim.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediamuslim.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediamuslim.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=148&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/tuntunan-zakat-mal/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mediamuslim-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">AlMaidani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Petaka dan Fitnah Ulama Su&#8217;</title>
		<link>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/petaka-dan-fitnah-ulama-su/</link>
		<comments>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/petaka-dan-fitnah-ulama-su/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 05:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AlMaidani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan Muslim]]></category>

		<category><![CDATA[Wawasan Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/petaka-dan-fitnah-ulama-su/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info - Namanya saja ulama su&#8217; (buruk), tentu pekerjaan-nya merusak, mengacau, dan menyesatkan. Disebut ulama karena baju dan lisannya seperti ulama, disebut su&#8217; karena perbuatan, ajakan, dan hatinya jahat. Karena itu, ulama su&#8217; termasuk jenis manusia yang berbulu domba namun berhati serigala.Ulama su&#8217; sekarang ini adalah generasi penerus dari ulama su&#8217; zaman dahulu. Ulama su&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><span><span><span><span><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> - </span></span></span></span></span>Namanya saja ulama su&#8217; (buruk), tentu pekerjaan-nya merusak, mengacau, dan menyesatkan. Disebut ulama karena baju dan lisannya seperti ulama, disebut su&#8217; karena perbuatan, ajakan, dan hatinya jahat. Karena itu, ulama su&#8217; termasuk jenis manusia yang berbulu domba namun berhati serigala.Ulama su&#8217; sekarang ini adalah generasi penerus dari ulama su&#8217; zaman dahulu. Ulama su&#8217; mengajarkan tipu daya untuk mencari celah-celah hukum Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala</em>, sehingga mereka bisa memakan harta secara batil seperti kisah penduduk yang menghalalkan mencari ikan pada hari Sabtu dengan tipu daya yang cukup terkenal itu, atau menghalalkan bangkai dengan cara mencairkannya menjadi minyak lalu dijual dan dimakan harganya.<span id="more-147"></span></p>
<p align="justify">Rasululloh <em>ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). Alloh berfirman, &#8220;Apakah dengan-Ku (kasih dan kesempatan yang Kuberikan) kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya.&#8221; </em>(HR: Tirmidzi)</p>
<p><span>Ulama su&#8217; adalah peringkat ulama yang paling rendah, paling buruk dan paling merugi. Ia adalah seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya dan tidak mengajarkannya kepada manusia. Di samping itu, ia mengajak kepada kejahatan dan kesesatan. Ia menyuguhkan keburukan dalam bentuk kebaikan. Ia menggambarkan kebatilan dengan gambar sebuah kebenaran. Ada kalanya, karena menjilat para penguasa dan orang-orang dzalim lainnya untuk mendapatkan kedudukan, pangkat, pengaruh, penghargaan atau apa saja dari perhiasan dunia yang ada di tangan mereka. Atau ada juga yang melakukan itu karena sengaja menentang Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala </em>dan Rasul-Nya demi menciptakan kerusakan di muka bumi ini. Mereka tidak lain adalah para khalifah syetan dan para wakil Dajjal.</p>
<p></span><span>Di antara ulama su&#8217; ada juga kelompok yang mengajak kepada kebaikan, namun tidak pernah memberikan keteladanan. Karena itu, Ibnul Qayyim berkata: &#8220;Ulama su&#8217; duduk di depan pintu surga dan mengajak manusia untuk masuk ke dalamnya dengan ucapan dan seruan-seruan mereka. Dan mengajak manusia untuk masuk ke dalam neraka dengan perbuatan dan tindakannya. Ucapan mereka berkata kepada manusia: &#8220;Kemarilah! Kemarilah!&#8221; Sedang-kan perbuatan mereka berkata: &#8220;Janganlah engkau dengarkan seruan mereka. Seandainya seruan mereka itu benar, tentu mereka adalah orang yang pertama kali memenuhi seruan itu.&#8221; (Al-Fawaid, Ibnul Qayyim, hal. 61).</p>
<p></span><span>Diriwayatkan bahwa Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala </em>memberi wahyu kepada Nabi Daud <em>alaihis salam</em>, yang artinya: <em>&#8220;Wahai Daud jangan engkau jadikan antara Aku dan antara dirimu seorang alim yang sudah tergoda oleh dunia, sehingga ia bisa menghalangimu dari jalan mahabbahKu. Karena sesungguhnya mereka adalah para begal yang membegal jalannya hamba-hambaKu. Sesungguhnya hukuman terkecil yang Aku kenakan untuk mereka adalah Aku cabut kelezatan bermunajat dari hati mereka.&#8221;</em> (Jami&#8217; Bayanil Ilmi, Ibnu Abdil Bar, 1/193).</p>
<p>Asy-Sya&#8217;bi berkata: &#8220;Akan ada sekelompok penduduk surga yang melongok, melihat sekelompok penduduk neraka. Lalu penduduk surga menyapa mereka dengan penuh keheranan, &#8220;Apa yang membuat kalian masuk neraka, padahal kami masuk surga karena jasa didikan dan ajaranmu ?&#8221;. Mereka menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami memerintahkan kalian melakukan kebaikan namun kami sendiri tidak melaksanakannya.&#8221;</p>
<p></span><span>Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala </em>telah mencela orang-orang semacam ini sejak zaman Nabi Musa <em>alaihis salam</em> dan mengabadikan hinaan itu di dalam kitab suci sepanjang masa, yang artinya: <em>&#8220;Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri. Padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat) ? Maka tidakkah kamu berpikir ?&#8221;</em> (QS: Al- Baqarah: 44). (Mukhtashar Jami&#8217; Bayanul Ilmi, Ahmad bin Umar Al-Bairuti, hal. 165).</p>
<p></span><span><strong>Contoh Nyata<br />
</strong></span><span>Contohnya banyak sekali, seperti ulama yang dalam muktamar telah memutuskan keharaman musik, lalu setelah pulang ke pesantrennya ternyata di rumahnya terang-terangan memutar kaset-kaset nyanyian atau bahkan santrinya direstui membentuk grup musik  atau qosidah. Ada lagi ulama yang dengan manisnya mengatakan bahwa tugasnya adalah berdakwah demi kesejahteraan Islam, namun di waktu lain ia malah membolehkan bahkan mengajak untuk memilih orang-orang kafir sebagai pemimpin, dan lain sebagainya.</p>
<p></span><span>Ada juga diantara mereka yang mengatakan agama jangan dijual, ironisnya mereka menulis atau menerjemahkan buku-buku yang sangat dibutuhkan oleh umat dengan memasang embel-embel kapitalis (salah satunya hak cipta, padahal sistem kapitalis ini adalah budaya rusak yang dikembangkan oleh Gereja-Gereja semenjak Romawi masih berkuasa dengann tujuan menjaga aset dan kekayaan gereja), mereka mengadakan dauroh-dauroh dengan tujuan untuk mendapatkan rekaman kajian yang bisa dijual dan sebagainya.</p>
<p></span><span>Satu lagi termasuk kelompok ulama su&#8217; yaitu ulama yang mengajak kepada kebaikan, tetapi dengan cara-cara kefasikan, seperti berdakwah dengan musik dan gendingan. Mulutnya mengajak ke surga sementara tangan dan kakinya mengajak orang lain untuk bergoyang mengikuti syetan. Atau berdakwah dengan menggunakan metode lawak, sehingga ungkapan yang kotor dan contoh-contoh yang seronok menjadi bumbu wajib dalam setiap ceramahnya karena target keberhasilannya adalah puasnya hadirin, pemirsa dan pendengar, dengan gelak tawa dan senyuman lebar sebanyak mungkin. Tema dan isi dakwah pun dipilih dan dikemas sesuai dengan selera para panitia dan pengunjung. Mulutnya mengajak kepada iman, namun lawakan dan kebanyolannya melupakan akhirat. Intinya adalah ia mencari &#8220;ridha manusia&#8221;. Jenis ulama penghibur (pelawak dan pemusik) ini tidak mengikuti aturan dakwah dalam syariat Islam, tetapi mengikuti nafsu syetan demi mengejar ridha manusia. Mereka lupa akan ancaman Rasululloh <em>ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam</em>, yang artinya: <em>&#8220;Barangsiapa yang mencari ridha Alloh dengan (resiko mendapat) murka manusia, maka Alloh Subahanahu wa Ta’ala mencukupinya dari manusia. Dan barangsiapa mencari ridha manusia dengan (menyebabkan) kemurkaan Alloh Subahanahu wa Ta’ala, maka Alloh Subahanahu wa Ta’ala menyerahkan dirinya kepada manusia.&#8221;</em> (HR: Tirmidzi, no. 2419)</p>
<p></span><span>Hasil dari semua itu, ulama su&#8217; adalah perusak agama, pemadam sunnah, pelindung bid&#8217;ah, pelopor maksiat. Sesungguhnya tepat ungkapan Ibnul Mubarak: &#8220;Tidaklah merusak agama ini melainkan para raja, ulama su&#8217; dan para rahibnya.&#8221; Hal ini karena manusia ini bergantung kepada ulama (ahli ilmu dan amal), ubbad (ahli ibadah) dan muluk (umara, aghniya&#8217;). <strong>Jika mereka baik, manusia akan baik dan jika mereka rusak, pasti dunia menjadi rusak. </strong>(Tafsir Ibnu Katsir, 2/462</p>
<p>Umar berkata kepada Ziyad bin Hudair: &#8220;Apakah kamu mengerti apa yang merusak Islam ?&#8221; Ziyad berkata: &#8220;Tidak.&#8221; Umar berkata: &#8220;Tergelincirnya seorang alim, debatnya orang munafik -dengan ayat Al-Qur&#8217;an- dan (penetapan) hukumnya para imam yang menyesatkan.&#8221; (HR: Ad-Darimi)</p>
<p></span><span>Ulama su&#8217; sejatinya adalah da&#8217;i-da&#8217;i neraka. Dalam hadits Hudzaifah,  ketika dia bertanya kepada Rasululloh <em>ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam</em></span><span>, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya kita dulu ada dalam kejahiliahan lalu Alloh menganugerahkan kepada kami kebaikan ini, maka apakah setelah kebaikan ini ada keburukan ?&#8221; Beliau menjawab dalam ucapannya yang panjang sampai berkata: &#8220;Ya, para da&#8217;i di ambang pintu Jahannam. Siapa yang mendatangi ajakannya pasti akan mereka lemparkan ke dalamnya.&#8221;</em> (HR: Al-Bukhari: 7084, dll)</p>
<p></span><span>Ulama su&#8217; adalah musuh Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala</em>, mereka sebegitu buruknya karena memutar balikkan urusan, maka benar-benar terbalik. Mestinya salah seorang mereka bisa menjadi pengajak dan penyeru kepada jalan Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala</em>, ternyata mereka sesat dan menyesatkan, mengajak kepada jalan syetan. (Dari ucapan Ali radhiAllohu anhu, Ad-Dakwatut Tammah, Abdullah Al-Hadrami, h. 42).</p>
<p></span><span>Ulama su&#8217; adalah ulama fasik yang akan dimasukkan oleh Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala </em>ke dalam neraka sebelum para penyembah berhala, karena salahnya orang yang mengerti tidak sama dengan orang yang tidak mengerti. (Mukhtashar Jami&#8217; Bayanil Ilmi, 164)</p>
<p>Ya Alloh <em>Subahanahu wa Ta’ala</em>, jadikanlah manfaat untuk kami apa yang telah engkau ajarkan kepada kami dan ajarkanlah terus kepada kami apa yang bermanfaat untuk kami.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Al-Fawaid, Ibnul Qayyim; <span>Jami&#8217; Bayanil Ilmi, Ibnu Abdil Bar; <span>Mukhtashar Jami&#8217; Bayanul Ilmi, Ahmad bin Umar Al-Bairutidan berbagai sumber</span></span>)</span></p>
<p align="justify">http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=532&amp;Itemid=21</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediamuslim.wordpress.com/147/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediamuslim.wordpress.com/147/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediamuslim.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediamuslim.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediamuslim.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediamuslim.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediamuslim.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediamuslim.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediamuslim.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediamuslim.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediamuslim.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediamuslim.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=147&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/petaka-dan-fitnah-ulama-su/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mediamuslim-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">AlMaidani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bumi dan Langit Berlapis Tujuh</title>
		<link>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/bumi-dan-langit-berlapis-tujuh/</link>
		<comments>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/bumi-dan-langit-berlapis-tujuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 05:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AlMaidani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan Muslim]]></category>

		<category><![CDATA[Wawasan Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/bumi-dan-langit-berlapis-tujuh/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info - Di dalam Al-Qur’an Al-karim disebutkan bahwasanya Alloh Subhanahu wa Ta’ala menciptakan bumi berlapis tujuh, sebagaimana juga langit yang telah Alloh Subhanahu wa Ta’ala ciptakan berlapis tujuh.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: &#8220;Alloh-lah yang menciptakan tujuh langit; dan seperti itu  pula bumi. Perintah Alloh berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya  Allah maha berkuasa atas segala sesuatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> - Di dalam Al-Qur’an Al-karim disebutkan bahwasanya Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menciptakan bumi berlapis tujuh, sebagaimana juga langit yang telah Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> ciptakan berlapis tujuh.</p>
<p align="justify">Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Alloh-lah yang menciptakan tujuh langit; dan seperti itu  pula bumi. Perintah Alloh berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya  Allah maha berkuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Alloh ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu&#8221; </em>(QS: Ath-Thalaq : 12)</p>
<p>Didalam hadits shahih disebutkan bahwa bumi berlapis tujuh, sebagaimana yang  diriwayatkan oleh Bukhari hadits no.2320 dan Muslim hadits no. 1610 dari  Sa’id bin Zaid <em>Radhiyallahu ‘anhu</em>, bahwasanya Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi  wa Sallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Barangsiapa mengambil sejengkal tanah (orang lain) secara zhalim,  maka kelak Alloh himpitkan kepadanya pada hari kiamat (dengan) tujuh lapis  bumi&#8221;</p>
<p></em>Di dalam kitab Shahihain (Bukhari no.2321 dan Muslim no.1612) juga tercantum  hadits serupa itu dari Aisyah secara marfu.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Fatawa Li Al- Lajnah Ad-Da’imah 1/63, Fatwa no. 8805 Di susun oleh Syaikh  Ahmad Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul Asimah Riyadh)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediamuslim.wordpress.com/146/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediamuslim.wordpress.com/146/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediamuslim.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediamuslim.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediamuslim.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediamuslim.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediamuslim.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediamuslim.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediamuslim.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediamuslim.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediamuslim.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediamuslim.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=146&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/bumi-dan-langit-berlapis-tujuh/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mediamuslim-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">AlMaidani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>