<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Media Muslim WebBlogs</title>
	<atom:link href="http://mediamuslim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mediamuslim.wordpress.com</link>
	<description>Media Muslim Indonesia Hadir Untuk Segenap Lapisan Umat Islam</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2009 00:28:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mediamuslim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ca5f550132cf671ade6ac57ed5324655?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Media Muslim WebBlogs</title>
		<link>http://mediamuslim.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Indahnya Hidup Bersahaja, Indahnya Dunia</title>
		<link>http://mediamuslim.wordpress.com/2009/10/25/indahnya-hidup-bersahaja-indahnya-dunia/</link>
		<comments>http://mediamuslim.wordpress.com/2009/10/25/indahnya-hidup-bersahaja-indahnya-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 00:28:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[religion]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediamuslim.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Kita tidak perlu bercita-cita membangun kota Jakarta, lebih baik kita bercita-cita tiap orang bisa membangun dirinya sendiri. Paling minimal punya daya tahan pribadi terlebih dahulu. Karenanya sebelum ia memperbaiki keluarga dan lingkungannya minimal dia mengetahui kekurangan dirinya. Jangan sampai kita tidak mengetahui kekurangan sendiri. Jangan sampai kita bersembunyi dibalik jas, dasi dan merk. Jangan sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=154&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kita tidak perlu bercita-cita membangun kota Jakarta, lebih baik kita bercita-cita tiap orang bisa membangun dirinya sendiri. Paling minimal punya daya tahan pribadi terlebih dahulu. Karenanya sebelum ia memperbaiki keluarga dan lingkungannya minimal dia mengetahui kekurangan dirinya. Jangan sampai kita tidak mengetahui kekurangan sendiri. Jangan sampai kita bersembunyi dibalik jas, dasi dan merk. Jangan sampai kita tidak mempunyai diri kita sendiri. Jadi target awal dari pertemuan kita adalah membuat kita berani jujur kepada diri sendiri. Mengapa demikian?</p>
<p>Sebab seorang bapak tidak bisa memperbaiki keluarganya, kalau ia tidak bisa memperbaiki dirinya sendiri. Jangan mengharap memperbaiki keluarga kalau memperbaiki diri sendiri saja tidak bisa. Bagaimana berani memperbaiki diri, jika tidak mengetahui apa yang mesti diperbaiki.<span id="more-154"></span><br />
Kita harus mengawali segalanya dengan egois dahulu, sebab kita tidak bisa memperbaiki orang lain kalau diri sendiri saja tidak terperbaiki. Seorang ustad akan terkesan omong kosong, jika ia berbicara tentang orang lain agar memperbaiki diri sedang ia sendiri tidak benar. Dalam bahasa Al-Qur’an, &#8220;Sangat besar kemurkaan Allah terhadap orang berkata yang tidak diperbuatnya&#8221;.</p>
<p>Mudah-mudahan seorang ibu yang tersentuh mulai mengajak suaminya. Seorang anak mengajak orang tuanya, di kantor seorang bos yang berusaha memperbaiki diri diperhatikan oleh bawahannya dan membuat mereka tersentuh. Seorang kakek dilihat oleh cucunya kemudian tersentuh.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan kegigihan memperbaiki diri nantinya daya tahan rumah mulai membaik. Kalau sudah daya tahan rumah membaik insyaAllah, kita bisa berbuat banyak untuk bangsa kita ini. Mudah-mudahan nanti setiap rumah tangga visinya tentang hidup ini menjadi baik.</p>
<p>Tahap selanjutnya adalah mau dibawa kemana rumah tangga kita ini, apakah mau bermewah-mewahan, mau pamer bangunan dan kendaraan atau rumah tangga kita ini adalah rumah tangga yang punya kepribadian yang nantinya akan menjadi nyaman. Jangan sampai rumah tangga kita ini menjadi rumah tangga yang hubuddunya, karena semua penyakit akarnya dari cinta dunia ini. Orang sekarang menyebutnya materialistis.</p>
<p>Bangsa ini roboh karena pecinta dunianya terlalu banyak. Acara tv membuat kita menjadi yakin bahwa dunia ini alat ukurnya adalah materi. Pelan tapi pasti kita harus mulai mengatakan dunia ini tidak ada apa-apanya. Di dunia ini kita hanya mampir. Dengan konsep yang kita kenal yaitu rumus ‘tukang parkir’. Yang tadinya bangga dengan merk menjadi malu dengan topeng yang dikenakannya. Nanti pelan-pelan akan<br />
menjadi begitu.</p>
<p>Bukannya kita harus hidup miskin. Nanti akan terjadi suasana di rumah tidak goyah, lebih sabar, melihat dunia menjadi tidak ada apa-apanya dan tidak sombong. Lihat kembali rumus ‘tukang parkir’<br />
, ia punya mobil tidak sombong, mobilnya ganti-ganti tidak takabur, diambil satu persatu sampai habis tidak sakit hati. Mengapa ? karena tukang parkir tidak merasa memiliki hanya tertitipi.</p>
<p>Ketika melihat orang kaya biasa saja karena sama saja cuma menumpang di dunia ini jadi tidak menjilat, kepada atasan tidak minder, suasana kantor yang iri dan dengki jadi minimal.<br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
Saudara-saudaraku Sekalian,</span><br />
Jadi visi kita terhadap dunia ini akan berbeda. Kita tidak bergantung lagi kepada dunia, tidak tamak, tidak licik, tidak serakah. Hidup akan bersahaja dan proporsional.</p>
<p>Sekarang kita sedang krisis, masa ini dapat menjadi momentum karena dengan krisis harga-harga naik, kecemasan orang meningkat, ini kesempatan kita buat berdakwah.</p>
<p>Mau naik berapa saja harganya tidak apa-apa yang penting terbeli. Jika tidak terjangkau jangan beli, yang penting adalah kebutuhan standar tercukupi. Orang yang sengsara bukan tidak cukup tetapi karena kebutuhannya melampaui batas. Padahal Allah menciptakan kita lengkap dengan rezekinya.</p>
<p>Mulai dari buyut kita yang lahir ke dunia tidak punya apa-apa sampai akhir hayatnya masih makan dan dapat tempat berteduh terus. Orang tua kita lahir tidak membawa apa-apa sampai saat ini masih makan terus, berpakaian, dan berteduh. Begitu pula kita sampai hari ini. Hanya saja disaat krisis begini kita harus lebih kreatif. Mustahil Allah menciptakan manusia tanpa rezekinya kita akan bingung menghadapi hidup. Semua orang sudah ada rezekinya.</p>
<p>Dan barangsiapa yang hatinya akrab dengan Allah dan yakin segala sesuatu milik Allah, tiada yang punya selain Allah, kita milik Allah. Kita hanya mahluk dan yang membagi, menahan dan mengambil rezeki adalah Allah. Orang yang yakin seperti itu akan dicukupi oleh Allah.</p>
<p>Jadi kecukupan kita bukan banyak uang, tetapi kecukupan kita itu bergantung dengan keyakinan kita terhadap Allah dan berbanding lurus dengan tingkat tawakal. Allah berjanji &#8220;Aku adalah sesuai dengan prasangka hamba-Ku&#8221;. Jadi jangan panik. Allah penguasa semesta alam.</p>
<p>Ini kesempatan buat kita untuk mengevaluasi pola hidup kita. Yang membuat kita terjamin adalah ketawakalan. Jadi yang namanya musibah bukan kehilangan uang, bukan kena penyakit, musibah itu adalah hilangnya iman. Dan orang yang cacat adalah yang tidak punya iman, ia gagal dalam hidup karena tidak mengerti mau kemana.</p>
<p>Jadi kita tidak punya alasan untuk panik. Krisis seperti ini ada diman-mana, kita harus kemas agar berguna bagi kita. Kita tidak bisa mengharapkan yang terbaik terjadi pada diri kita, tapi kita bisa kemas agar menjadi yang terbaik bagi diri kita. Kita tidak bisa mengharapkan orang menghormati kita, tapi kita bisa membuat penghinaan orang menjadi yang terbaik bagi diri kita.</p>
<p>Hal pertama yang harus kita jadikan rahasia kecukupan kita adalah ketawakalan kita dan kedua adalah prasangka baik kepada Allah, yang ketiga adalah Lainsakartum laadziddanakum,&#8221;Barangsiapa yang pandai mensyukuri nikmat yang ada, Allah akan membuka nikmat lainnya. Jadi jangan takut dengan belum ada, karena yang belum ada itu mesti ada kalau pandai mensyukuri yang telah ada.</p>
<p>Jadi dari pada kita sibuk memikirkan harga barang yang naik lebih baik memikirkan bagaimana mensyukuri yang ada. Karena dengan mensyukuri nikmat yang ada akan menarik nikmat yang lainnya. Jadi nikmat itu sudah tersedia. Jangan berpikir nikmat itu uang. Uang bisa jadi fitnah. Ada orang yang dititipi uang oleh Allah malah bisa sengsara, karena ia jadi mudah berbuat maksiat. Yang namanya nikmat itu adalah sesuatu yang dapat membuat kita dekat dengan Allah. Jadi jangan takut soal besok/lusa, takutlah jika yang ada tidak kita syukuri.</p>
<p>Satu contoh hal yang disebut kurang syukur dalam hidup itu adalah kalau hidup kita itu Ishro yaitu berlebihan, boros, dan bermewah-mewahan. Hati-hati yang suka hidup mewah, yang senang kepada merk itu adalah kufur nikmat. Mengapa? Karena setiap Allah memberi uang itu ada hitungannya. Mereka yang terbiasa glamour, hidup mewah, yang senang kepada merk termasuk yang akan menderita karena hidupnya akan biaya tinggi. Pasti merk itu akan berubah-ubah tidak akan terus sama dalam dua puluh tahun. Harus siap-siap menderita karena akan mengeluarkan uang banyak utnuk mengejar kemewahannya, untuk menjaganya dan untuk perawatannya.</p>
<p>Dia juga akan disiksa oleh kotor hati yaitu riya&#8217;. Makin mahal tingkat pamernya makin tinggi. Dan pamer itu membutuhkan pikiran lebih, lelah dan tegang karena rampok akan berminat. Inginnya diperlihatkan tapi takut dirampok jadinya pening. Makin tinggi keinginan pamer makin orang lain menjadi iri/dengki. Pokoknya kalau kita terbiasa hidup mewah resikonya tinggi. Ketentraman tidak terasa. Hal yang bagus itu adalah yang disebut syukur yaitu hidup bersahaja atau proporsional. Kalau Amirul Mukminin hidupnya sangat sederhana, kalau seperti kita ini hidup bersahaja saja, biaya dan perawatan akan murah.</p>
<p>Kalau kita terbiasa hidup bersahaja peluang riyanya kecil. Tidak ada yang perlu dipamerkan. Bersahaja tidak membuat orang iri. Dan anehnya orang yang bersahaja itu punya daya pikat tersendiri. Pejabat yang bersahaja akan menjadi pembicaraan yang baik. Artis yang sholeh dan bersahaja selalu bikin decak kagum. Ulama yang bersahaja itu juga membuat simpati.</p>
<p>Juga harus hati-hati kita sudah capai-capai hidup glamor belum tentu dipuji bahkan saat sekarang ini akan dicurigai.Yang paling penting sekarang ini kita nikmati budaya syukur dengan hidup proporsional.</p>
<p>Jangan capai dengan gengsi, hal itu akan membuat kita binasa. Miliki kekayaan pada pribadi kita bukan pada topeng kita. Percayalah rekan-rekan sekalian kita akan menikmati hidup ini jika kita hidup proporsional.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW tidak memiliki singgasana, istana bahkan tanda jasa sekalipun hanya memakai surban Tetapi tidak berkurang kemuliaanya sedikitpun sampai sekarang. Ada orang kaya dapat mempergunakan kekayaannya. Dia bisa beruntung jika ia rendah hati dan dermawan. Tapi ia bisa menjadi hina gara-gara pelit dan sombong. Ada orang sederhana ingin kelihatan kaya inilah yang akan menderita. Segala sesuatu dikenakan, segalanya dicicil, dikredit. Ada juga orang sederhana tapi dia menjadi mulai karena tidak meminta-minta, jadi terjaga harga dirinya. Dan ada orang yang mampu dan ia menahan dirinya ini akan menjadi mulia.</p>
<p>Mulai sekarang tidak perlu tergiur untuk membeli yang mahal-mahal, yang bermerk. Supermarket, mal dan sebagainya itu sebenarnya tidak menjual barang-barang primer. Allah Maha Menyaksikan.</p>
<p>Apa yang dianjurkan Islam adalah jangan sampai mubadzir. Rasul SAW itu kalau makan sampai nasi yang terakhir juga dimakan, karena siapa tahu disitulah barokahnya. Kalau kita ke undangan pesta jangan mengambil makanan berlebihan. Ini sangat tidak islami. Memang kita enak saja rasanya tapi demi Allah itu pasti dituntut oleh Allah. Dan itu mempengaruhi struktur rezeki kita, karena kita sudah kufur nikmat. Kita harus bisa mempertanggungjawabkan setiap perbuatan kita karena tidak ada yang kecil dimata Allah. Tidak ada pemborosan karena semua dihitung oleh Allah.</p>
<p>Contohnya mandi, kalau bisa bersih dengan lima sampai tujuh gayung tapi mengapa harus dua puluh gayung. Kita mampu beli air tetapi bukan untuk boros. Ini penting kalau ingin barokah rezekinya, hematlah kuncinya.</p>
<p>Kalau merokok biaya yang kita keluarkan adalah besar hanya untuk membuang asap dari mulut kita. Jangan cari alasan. Seharusnya sudah saatnya berhenti merokok. Cobalah ingat ini uang milik Allah.</p>
<p>Kemudian sabun mandi, jangan memakai sesuka kita, takarlah atau kalau perlu pakai sabun batangan. Kenapa kalau kita bisa hemat tidak kita lakukan. Uang penghematan kita bisa gunakan untuk sedekah atau menolong orang yang lebih membutuhkan. Sedekah itu tidak akan mengurangi harta kita kecuali bertambah dan bertambah.</p>
<p>Ini pelajaran supaya hidup kita dijamin oleh Allah. Kita tidak bisa terjamin oleh harta/tabungan, kalau Allah ingin membuat penyakit seharga dua kali tabungan kita sangat gampang bagi Allah. Tidak ada yang dapat menjamin kita kecuali Allah oleh karena itu jangan merasa aman dengan punya tabungan, tanah, dan warisan. Dengan gampang Allah dapat mengambil itu semua tanpa terhalang. Aman itu justru kalau kita bisa dekat dengan Allah. Mati-matian kita jaga kesehatan, kalau Allah inginkan lain gampang saja. Semua harta tidak bisa kita nikmati, tetapi kalau Allah melindungi kita Insya Allah.</p>
<p>Marilah hidup hemat, tetapi hemat bukan berarti pelit. Proporsional atau adil adalah puncak dari ahlak Contohnya HP, kalau tidak terlalu perlu jual saja lagi. Janganlah dimiliki kalau hanya untuk gaya saja. Penghematan akan mengundang barokah inilah yang disebut syukur nikmat. Tujuan bukan mencari uangnya tetapi mempertanggung jawabkan setiap rupiah yang Allah titipkan.</p>
<p>Hal lain yang membuat barokah adalah jika kita dapat mendayagunakan semua barang-barang kita. Di gudang kita pasti banyak barang yang tidak kita pakai tetapi sayang untuk dibuang. Coba lihat lemari pakaian kita banyak baju-baju lama, begitu juga sepatu-sepatu lama kita. Keluarkanlah barang-barang yang tidak berharga tersebut.</p>
<p>Misalkan dirumah kita ada panci yang sudah rongsokan, jika kita keluarkan ternyata merupakan panci idaman bagi orang lain. Di rumah kita tidak terpakai tetapi jika dipakai orang lain dengan kelapangannya dan mengeluarkan doa bisa jadi itulah yang membuat kita terjamin.</p>
<p>Kalau kita ikhlas, demi Allah itu lebih menjamin rezeki kita daripada tidak terpakai di rumah. Setiap barang-barang yang tidak bermanfaat tetapi bermanfaat bagi orang lain itulah pengundang rezeki kita. Bersihkan rumah kita dari barang-barang yang tidak berguna. Lebih baik rusak digunakan orang lain daripada rusak dibiarkan di rumah, itu akan barokah rezekinya.</p>
<p>Ini kalau kita ingin terjamin, namanya teori barokah. Kita tidak akan terjamin dengan teori ekonomi manapun. Sudah berapa banyak sarjana ekonomi yang dihasilkan oleh universitas di negeri ini tetapi Indonesia masih saja babak belur.</p>
<p>Rumusnya pertama adalah bersahaja, kedua adalah total hemat, ketiga adalah keluarkan yang tidak bermanfaat, yang keempat adalah setiap kita mengeluarkan uang harus menolong orang lain atau manfaat.</p>
<p>Kalau mau belanja niatkan jangan hanya mencari barang tetapi juga menolong orang. Belilah barang di warung pengusaha kecil yang dapat menolong omzetnya. Hati-hati dengan menawar, pilihannya kalau itu merupakan hal yang adil. Jangan bangga kalau kita berhasil menawar. Nabi Muhammad SAW bahkan kalau beli barang dilebihkan uangnya dari harga barang yang sebenarnya. Tidak akan berkurang harta dengan menolong orang. Jangan memilih barang-barang yang bagus semua pilihlah yang jeleknya sebagian. Kita itu untung jika membuat sebanyak mungkin orang lain untung. Jangan jadi bangga ketika kita sendiri untung orang lain tidak.</p>
<p>Jika kita jadi pengusaha, kita jadi kaya ketika karyawannya diperas tenaganya, gajinya hanya pas buat makan, sedang kita berfoya-foya, demi Allah kita akan rugi. Pengusaha Islam sejati tidak akan berfoya-foya, ia akan menikmati karyawannya sejahtera. Sehingga tidak timbul iri, yang ada adalah cinta. Cinta membuat kinerja lebih bagus, perusahaan lebih sehat. Kalau kapitalis, pengusahanya bermewah-mewah ketika bawahannya menderita. Jadi timbul dendam dan iri setiap ada kesempatan akan marah seperti yang terjadi di Bandung kemarin. Tetapi kalau kita senang mensejahterakan mereka, anaknya kita sekolahkan. Dia merasa puas dan itulah namanya keuntungan.</p>
<p>Jadi mulai sekarang setiap membelanjakan uang harus menolong orang, membangun ekonomi umat. Jadi setiap keluar harus multi manfaat bukan hanya dapat barang. Dengan membeli barang di warung kecil mungkin uangnya untuk menyekolahkan anaknya, membeli sejadah, membeli mukena, Subhanallah.<br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
Saudara-saudaraku Sekalian,</span><br />
Jadi krisis seperti ini akan berdampak positif kalau kita bisa mengemasnya dengan baik. Nantinya ketika strategi rumah kita sudah bersahaja, kehidupan kita jadi efisien, anak-anak terbiasa hidup hemat, kita di rumah tidak mempunyai beban dengan banyaknya barang.</p>
<p>Barang yang ada di rumah harus ada nilai tambahnya, bukan biaya tambah. Setiap blender harus ada nilai produktifnya misalnya untuk membuat jus kemudian dijual, pasti barokah. Bukannya membuat biaya tambah karena harus diurus, dirawat dan membutuhkan pengamanan, barang yang seperti ini tidak boleh ada di rumah kita. Rezeki kita pasti ada tinggal kita kreatif saja. Tidak perlu panik Allah Maha Kaya.</p>
<p>Sebagai amalan lainnya, dalam situasi sesulit apapun tetaplah menolong orang lain karena setiap kita menolong orang lain kita pasti ditolong oleh Allah. Jika makin pahit, makin getir harus makin produktif bagi orang lain. Baik sukses maupun tidak tetap lakukan dimanapun kita berada. Ketika kita sedang berjalan kaki, kemudian ada mobil yang hendak parkir bisa kita beri aba-aba. Ketika kita menyetir mobil ada yang mau menyebrang, dahulukan saja, kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita esok hari. Ketika kita sedang mengantri ada orang yang memotong, berhentilah sebentar, dengan mengalah berhenti barang lima menit tetapi membuat banyak orang bahagia.</p>
<p>Jadi insya Allah kalau hati kita sudah berbenah baik, krisis ini akan lebih membuat hidup kita lurus. Hidup ini tidak akan kemana-mana kecuali menunggu mati. Latihlah supaya kita sadar bahwa kita pasti mati tidak membawa apa-apa. Kita hanya mampir sebentar di dunia ini.</p>
<p>Alhamdulilahirobil’alamin</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediamuslim.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediamuslim.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediamuslim.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediamuslim.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediamuslim.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediamuslim.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediamuslim.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediamuslim.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediamuslim.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediamuslim.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=154&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediamuslim.wordpress.com/2009/10/25/indahnya-hidup-bersahaja-indahnya-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk Jaga Pandangan Mata, Upaya Menjauhi Bencana</title>
		<link>http://mediamuslim.wordpress.com/2009/10/25/yuk-jaga-pandangan-mata-upaya-menjauhi-bencana/</link>
		<comments>http://mediamuslim.wordpress.com/2009/10/25/yuk-jaga-pandangan-mata-upaya-menjauhi-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 00:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediamuslim.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Jika seorang pelajar ingin meraih kesempurnaan ilmu, hendaklah ia menjauhi kemaksiatan dan senantiasa menundukkan pandangannya dari hal-hal yang haram untuk dipandang karena yang demikian itu akan membukakan beberapa pintu ilmu, sehingga cahayanya akan menyinari hatinya. Jika hati telah bercahaya maka akan jelas baginya kebenaran. Sebaliknya, barangsiapa mengumbar pandangannya, maka akan keruhlah hatinya dan selanjutnya akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=152&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-style:italic;">Jika seorang pelajar ingin meraih kesempurnaan ilmu, hendaklah ia menjauhi kemaksiatan dan senantiasa menundukkan pandangannya dari hal-hal yang haram untuk dipandang karena yang demikian itu akan membukakan beberapa pintu ilmu, sehingga cahayanya akan menyinari hatinya. Jika hati telah bercahaya maka akan jelas baginya kebenaran. Sebaliknya, barangsiapa mengumbar pandangannya, maka akan keruhlah hatinya dan selanjutnya akan gelap dan tertutup baginya pintu ilmu.<br />
(Ibnu Qayyim Al-Jauziyah).</span></p>
<p>Mata dan hati memiliki ikatan yang kuat. Para dokter akhlaq bertutur, “Antara mata dan hati ada kaitan eratnya. Bila mata telah rusak dan hancur, maka hati pun rusak dan hancur.<br />
Berapa banyak jatuh korban akibat kerlingan mata yang membawa kehancuran dan penderitaan. Sudah amat banyak kita dengar kasus-kasus perbuatan keji yang dilakukan oleh para pemuda (perzinaan, homoseks, lesbian), suami-istri yang bercerai, atau menderitanya anak-anak sebagai korban.<span id="more-152"></span><br />
Semua bencana ini berasal dari pandangan mata, sebagaimana kata penyair, “Pandangan, lalu senyuman, kemudian salam dan bicara, lalu janji, kemudian pertemuan”. Pandangan melahirkan lintasan pikran, lintasan pikiran melahirkan nafsu syahwat, nafsu syahwat melahirkan kemauan yang kuat, sehingga menjadi tekad yang bulat. Dari sini dapat dipastikan akan muncul suatu perbuatan, selama tidak ada penghalang. Mustahil bisa terjaga kehormatan dan kesucian keluarga kecuali dengan menahan diri dan menjaga pandangan mata.</p>
<p>Sebuah pepatah mengatakan, “Bersabar menjaga mata lebih mudah daripada bersabar menanggung derita sesudahnya.” Seseorang yang mengumbar pandangannya akan senantiasa menyesal, ia terkena panah dari salah satu panah beracun iblis. ‘Ali bin Abi Thalib ra. pernah berkata, “Mata adalah tempat memancing bagi setan.” Masuknya setan salah satunya ketika seseorang memandang. Sesungguhnya masuknya setan lewat jalan ini melebihi kecepatan aliran udara ke ruangan yang hampa. Setan akan menjadikan wujud yang dipandang seakan-akan indah, menjadikannya sebagai berhala tautan hati. Kemudian mengobral janji dan angan-angan. Lalu ia nyalakan api syahwat dan ia lemparkan kayu bakar maksiat. Seseorang tidak mungkin melakukannya tanpa adanya gambaran wujud yang dipandangnya.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan kaum mukminin dan mukminat apa yang menimbulkan syhwat lelaki dan syahwat wanita dan tidak memperkeras peringatan-Nya dari perzinaan saja. Bahkan apa yang mengajak atau mendekatkan pada zina pun dilarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,</p>
<p>Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.<br />
(Al-Quran al-Karim Surah Al-Isra’ [17]: 32).</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Dua pasang mata itu berzina dengan cara melihat.” (Muttafaq ‘alaihi). Dipahami bahwa menatap dengan mata adalah sebagian dari zina karena mendapat bagian yang besar dari kelezatan serta hiburan antara pria dan wanita. Oleh sebab itu, pandangan mata harus dijaga.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">MANFAAT MENJAGA PANDANGAN MATA</span><br />
[1]. Mendekatkan hati kepada Allah.<br />
Melepaskan pandangan tanpa kontrol dapat merusak dan menjauhkan hati dari Allah, serta dapat memutuskan hubungan antara hamba dan Tuhan. Para pemerhati masalah jiwa mengemukakan bahwa antara mata dan hati ada satu celah dan jalan. Manakala mata rusak, maka hati pun rusak, dan menjadi tempat kotoran. Hati itu tak bisa lagi menjadi fasilitas untuk mengenal, mencintai, dan menuju Allah.<br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
[2]. Memberikan pakaian penuh cahaya kepada hati. </span><br />
Melepaskan pandangan secara bebas berarti membusanai hati dengan pakaian kegelapan. Karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan ayat an-Nur (cahaya) segera setelah memberikan perintah menjaga pandangan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,<br />
”Katakanlah kepada orang-orang mukmim untuk menjaga pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka”<br />
(Al-Qur’an Al-Karim Surah An-Nur [24 ]: ayat 30)<br />
Setelah itu, Allah menyebutkan hasil atau pengaruhnya,<br />
“Allah adalah cahaya yang menerangi langit dan bumi. Cahaya-Nya itu bagaikan lubang, yang di dalamnya ada pelita … “<br />
(Al-Qur’an Al-Karim Surah An-Nur [24]: ayat 35)<br />
Yaitu, seperti cahaya Allah di dalam hati hamba-Nya yang mukmin yang menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Manakala hati mendapat nur, hati itu dapat menerima berbagai kebaikan dari segala sisi. Namun, ketika hati gelap, ia menerima seluruh musibah dan keburukan dari semua tempat.<br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
[3]. Melahirkan firasat yang benar, yang dengannya seseorang bisa membedakan antara yang hak dan yang batil, antara yang jujur dan yang dusta. </span><br />
Syuja’ al-Karmaniy mengatakan, ”Siapa yang mengisi lahiriahnya dengan mengkuti sunnah dan mengisi batinnya dengan senantiasa mawas diri, menjaga pandangan dari yang terlarang, menahan diri dari syubhat, dan makan yang halal, pasti firasatnya tidak pernah salah.” Syuja’ sendiri adalah orang yang firasatnya senantiasa benar.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">[4]. Membuat hati berkonsentrasi dalam memikirkan hal-hal yang baik. </span><br />
Mengumbar pandangan, akan membuat seseoarang akan lupa akan hal itu, karena ada pembatas antara dia dan hatinya. Jiwanya pecah dan ia jatuh ke dalam perangkap hawa nafsunya dan lalai mengingat Tuhan.<br />
Ada kisah menarik mengenai menjaga pandangan ini. Karena sangat menjaga pandangannya, sebagian orang menduga bahwa Rabi’ bin Khutsaim buta. Selama dua puluh tahun, ia sering berkunjung ke rumah ibnu Mas’ud, ”Temanmu yang telah buta telah datang.” Ibnu Mas’ud tertawa karena ucapan itu. Ketika melihat Rabi’, Ibnu Mas’ud berkata, ”Alangkah gembiranya al-mukhbitiin (orang-orang yang merendahkan diri dihadapan Allah). Demi Allah, seandainya Muhammad Shallallahu ’alaihi wa Sallam melihatmu, pasti beliau senang.”<br />
Mata yang selalu dijaga dari hal-hal yang diharamkan, tidak akan tersentuh oleh api neraka sebagaimana sabda Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam, “Tiga pasang mata tidak akan menyentuh api neraka, yaitu mata yang menutup dari apa yang diharamkan oleh Allah, mata yang terjaga di jalan Allah, dan mata yang menangis karena takut kepada Allah.” (Hadits Riwayat Imam Hakim dan Imam Baihaqy).<br />
Balasan itu setimpal dengan amal. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah, niscaya Allah akan mencemerlangkan cahaya bashirahnya. Siapa yang meninggalkan sesuatu demi Allah, Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik baginya. Apabila seseorang menjaga pandangan dari hal-hal yang haram, Allah akan menggantikannya dengan nur pandangan-Nya. Allah juga akan membukakan untuknya pintu pengetahuan, iman, makrifat, dan firasat yang benar.<br />
Sebagai penutup, nasihat dari Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah untuk memohon pada Allah agar menghidupkan hati kita.<br />
Sungguh aneh orang yang punya keperluan dan memohon agar Allah memenuhinya, namun ia tak memohon untuk menghidupkan hatinya agar tidak terjangkit kebodohan, agar disembuhkan dari penyakit syahwat dan syubhat; sebab jika hati telah mati maka ia tak akan merasakan kedurhakaan kepada Allah.<br />
(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)</p>
<p>Wallahu a’lam bish-showab wa ‘afwu minkum.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediamuslim.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediamuslim.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediamuslim.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediamuslim.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediamuslim.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediamuslim.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediamuslim.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediamuslim.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediamuslim.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediamuslim.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=152&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediamuslim.wordpress.com/2009/10/25/yuk-jaga-pandangan-mata-upaya-menjauhi-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Niat Berpuasa Sebelum Terbit Fajar</title>
		<link>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/09/04/niat-berpuasa-sebelum-terbit-fajar/</link>
		<comments>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/09/04/niat-berpuasa-sebelum-terbit-fajar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2007 05:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediamuslim.wordpress.com/2007/09/04/niat-berpuasa-sebelum-terbit-fajar/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Niat untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Romadhon adalah salah satu kewajiban setiap muslim apabila telah jelas masuknya bulan Romadhon dengan penglihatan mata atau persaksian atau dengan menyempurnakan bilangan bulan Sya&#8217;ban menjadi tiga puluh hari, niat ini dilaksanakan pada malam harinya atau sebelum terbit fajar. Namun yang perlu ditekankan disini bahwa niat dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=150&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><font color="#008000"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </font><font color="#800000">Niat untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Romadhon adalah salah satu kewajiban setiap muslim apabila telah jelas masuknya bulan Romadhon dengan penglihatan mata atau persaksian atau dengan menyempurnakan bilangan bulan Sya&#8217;ban menjadi tiga puluh hari, niat ini dilaksanakan pada malam harinya atau sebelum terbit fajar. Namun yang perlu ditekankan disini bahwa niat dalam beribadah termasuk hendak berpuasa tidaklah dengan dilafazkan dengan bacaan-bacaan khusus yang tidak pernah ditemukan lafaz-lafaz tersebut dalam Al Qur&#8217;an dan As Sunnah.</font><span id="more-150"></span></p>
<p align="justify">Kewajiban berniat ini berdasarkan sabda Rasululloh <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>, yang artinya: <em>“Barangsiapa yang tidak niat untuk melakukan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya&#8221;</em> (HR: Abu Dawud 2454, Ibnu Majah 1933, Al-Baihaqi 4/202 dari jalan Ibnu Wahb dari Ibnu Lahi&#8217;ah dari Yahya bin Ayub dari Abdullah bin Abu Bakar bin Hazm dari Ibnu Syihab, dari Salim bin Abdillah, dari bapaknya, dari Hafshah. Dalam satu lafadz pada riwayat Ath-Thahawi dalam Syarah Ma&#8217;anil Atsar 1/54: <em>&#8220;Niat di malam hari&#8221;</em> dari jalan dirinya sendiri. Dan dikeluarkan An-Nasa&#8217;i 4/196, Tirmidzi 730 dari jalan lain dari Yahya, dan sanadnya shahih)</p>
<p>Dan sabda beliau <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>, yang artinya: <em>“Barangsiapa tidak niat untuk melakukan puasa pada malam harinya, maka tidak ada puasa baginya&#8221;</em> (HR: An-Nasa&#8217;i 4/196, Al-Baihaqi 4/202, Ibnu Hazm 6/162 dari jalan Abdurrazaq dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Syihab, sanadnya shahih kalau tidak ada &#8216;an-anah Ibnu Juraij, akan tetapi shahih dengan riwayat sebelumnya)</p>
<p>Sebagian ahlul ilmi juga menyatakan keringanan bagi tidak mengetahui tentang waktu bulan Romadhon. Apabila mereka tidak niat di malam hari ketika puasa wajib sebelum terbitnya fajar karena tidak tahu, maka tidaklah rusak puasanya, dan barangsiapa makan dan minum kemudian tahu di sisa hari tersebut, maka tidak wajib mengqadha&#8217;.</p>
<p><strong><font color="#ff0000">Cara Berniat Puasa Romadhan</font><br />
</strong><font color="#ff00ff">Niat itu tempatnya di dalam hati, dan melafazdkannya adalah yang perbuatan yang diada-adakan dalam agama (bid’ah) yang dapat menyebabkan kita jatuh pada kesesatan, walaupun manusia menganggapnya sebagai satu perbuatan baik. </font></p>
<p>Kewajiban niat semenjak malam harinya ini hanya khusus untuk puasa wajib saja, karena Rasululloh <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> pernah datang ke Aisyah pada selain bulan Romadhon, kemudian beliau bersabda, yang artinya: <em>“Apakah engkau punya santapan siang? Maka jika tidak ada aku akan berpuasa&#8221; </em>(HR: Muslim 1154). <em>Wallahu Ta&#8217;ala a&#8217;lam<br />
<strong><br />
</strong></em><font color="#800000">(Sumber Rujukan: Shifat shaum an Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam </em>Fii Ramadhan, oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly &amp; Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid; Zaadul Ma’ad: 1/201, http://www.mediamuslim.info/romadhon/niat-berpuasa-sebelum-terbit-fajar.html)</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediamuslim.wordpress.com/150/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediamuslim.wordpress.com/150/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediamuslim.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediamuslim.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediamuslim.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediamuslim.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediamuslim.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediamuslim.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediamuslim.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediamuslim.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediamuslim.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediamuslim.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=150&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/09/04/niat-berpuasa-sebelum-terbit-fajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapankah Kelalaian Ini Berakhir</title>
		<link>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/kapankah-kelalaian-ini-berakhir/</link>
		<comments>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/kapankah-kelalaian-ini-berakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 05:56:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/kapankah-kelalaian-ini-berakhir/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Saat ini kebanyakan manusia hidup dalam kelalaian yang nyata dari (mengingat) Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan kampung akhirat. Dunia dan seluruh perhiasannya telah menjebak umat manusia, angan-angan tak karuan sudah menipunya, dan mereka telah disetir oleh keinginan-keinginan jelek, setan serta hawa nafsu yang selalu menyuruh kepada perbuatan tercela, namun dengan ini semua diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=149&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><span><span><span><span><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span></span></span></span>Saat ini kebanyakan manusia hidup dalam kelalaian yang nyata dari (mengingat) Alloh<em> Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> dan kampung akhirat. Dunia dan seluruh perhiasannya telah menjebak umat manusia, angan-angan tak karuan sudah menipunya, dan mereka telah disetir oleh keinginan-keinginan jelek, setan serta hawa nafsu yang selalu menyuruh kepada perbuatan tercela, namun dengan ini semua diri masih mengira bahwa telah berbuat sebaik-baiknya perbuatan.<span id="more-149"></span></p>
<p align="justify">Sesungguhnya ghaflah (lalai, terlena) adalah racun yang sangat mematikan, dan penyakit yang sangat berbahaya, yang dapat menguasai hati, merasuk mencengkram jiwa, serta menawan/melumpuhkan angota badan.</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>berfirman, artinya: <em>&#8220;Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).&#8221;</em> (QS: Al Anbiyaa&#8217;: 1)</p>
<p><strong>Mayoritas manusia dalam keadaan lalai<br />
</strong>Al Imam Ibnu Al Qayyim <em>rahimahulloh</em> berkata: Dan barangsiapa memperhatikan keadaan manusia, maka dia pasti dapatkan mereka seluruhnya –kecuali sedikit saja- merupakan golongan orang-orang yang hatinya lalai dari mengingat Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, mereka mengikuti hawa nafsunya, sehingga urusan-urusan dan kepentingan mereka terabaikan, yaitu mereka kurang perhatian terhadap hal-hal yang mendatangkan manfaat dan membawa kemashlahatan baginya, sedang mereka menyibukan diri dengan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat baginya, bahkan justru mendatangkan malapetaka bagi mereka, baik sekarang maupun di masa mendatang.</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman</em>, yang artinya: <em>&#8220;Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman-walaupun kamu sangat menginginkannya.&#8221;</em> (QS: Yusuf: 103) Dan firman-Nya <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya:<em> &#8220;Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh&#8221;</em> (QS: Al An&#8217;am: 116) Dan firman-Nya <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.&#8221;</em> (QS: Yunus: 92)</p>
<p>Namun apakah lalainya kebanyakan manusia dari Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>dan dari hari kemudian itu merupakan hujjah bagi orang-orang yang lengah dan suka main-main? <strong>Sama sekali tidak…..</strong>Itu bukan hujjah bagi mereka, bahkan menjadi hujjah atas mereka, karena Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>telah mengutus para Rasul, mereka mengajak manusia untuk beribadah kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>saja yang tidak ada sekutu baginya, dan meninggalkan jalan-jalan kelengahan dan kesesatan, begitu juga Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>telah menurunkan kitab-kitab yang di dalamnya mengandung peringatan dari sikap lalai dan semua pintu-pintunya. Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hati-mu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.&#8221;</em> (QS: Al &#8216;Araf: 205)</p>
<p>Al Imam Abu Muhammad Al Qushariy berkata: Sungguh Alloh<em> Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> telah melarang manusia berbuat lalai, dan Dia telah memerintahkan agar selalu mengingat-Nya setiap saat, Dia  <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh dzikir yang sebanyak-banyaknya.&#8221;</em> (QS: Al-Ahzab: 41) Dan berfirman, yang artinya: <em>&#8220;(yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring&#8221; </em>(QS: Ali Imran: 191)</p>
<p><strong>Siksa bagi orang yang lalai<br />
</strong>Orang-orang yang lalai mendapatkan sangsi di dunia dan sangsi di akhirat, Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>berfirman tentang ummat Nabi Musa tatkala mereka mendustakan dan menyakitinya, yang artinya: <em>&#8220;Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggalamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.&#8221;</em> (QS: Al-A&#8217;raf: 136)</p>
<p>Dan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>telah menjadikan neraka Jahannam &#8211;yaitu tempat siksaan di akhirat&#8211; sebagai tempat kembali dan tempat tinggal bagi orang-orang yang lalai, Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> telah berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manuia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Alloh) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Alloh), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunaknnya untuk mendengar (ayat-ayat Alloh). <span>Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&#8221; </span></em><span>(QS: Al-A&#8217;raf: 179)</p>
<p></span><span>Ayat ini menjelaskan bahwa tempat akhir orang-orang yang lalai adalah Jahannam disebabkan mereka memiliki hati, namun hatinya sangat keras, tidak pernah tersentuh dan terenyuh, serta tidak tergerak sedikitpun dengan mau&#8217;idhah (wejangan), dia bagaikan batu, bahkan lebih keras. Mereka memiliki mata yang mampu melihat pemandangan dhahir (luar) segala sesuatu, namun tidak mampu melihat dengannya hakikat segala urusan, dan tidak mampu dengannya membedakan antara yang bermanfaat dengan yang membahayakan.</p>
<p></span><span>Dan mereka memiliki telinga yang dengannya mereka mendengarkan suara-suara kebatilan, seperti dusta, nyanyian, kata-kata kotor, ghibah, dan namimah, dan mereka tidak mengambil manfaat dengannya dalam mendengarkan hal yang benar dan jujur yang berupa kitab Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> dan sunnah Rasul-Nya <em>Shallallaahu alaihi wa Sallam</em>. Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Mereka itu tempatnya ialah neraka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.&#8221;</em> (QS: Yunus: 7-8)</p>
<p></span><span>Dan Dia <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>berfirman tentang adzab orang-orang yang lalai di Jahannam, yang artinya: <em>&#8220;Dan telah dekat kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata), &#8220;Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Alloh, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.&#8221;</em> (QS: Al Anbiya: 97-98)</p>
<p></span><span>Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> juga memberitahukan bahwa kelalaian itu bila telah menguasai hati menyebabkan seseorang ridla dengan kekufuran, dadanya merasa tenteram dengannya, pintu-pintu hidayah tertutup, dan terkuncilah hati itu, <em>wal &#8216;iyadzu billah</em>, sehingga taubat dan hidayah sangat sulit tercapai, Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman</em>, yang artinya: <em>&#8220;Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Alloh menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasannya Alloh tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran, dan penglihatan-nya telah dikunci mati oleh Alloh, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.&#8221;</em> (QS: An Nahl: 106-108)</p>
<p></span><span><strong>Lalai sebab segala kejelekan<br />
</strong></span><span>Al Imam Ibnu Al Qayyim</span><span> berkata: Dan lalai dari (mengingat) Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> dan hari kemudian bila berpasangan dengan mengikuti hawa nafsu maka terlahirlah dari keduanya segala macam keburukan, dan umumnya bergabung antara keduanya dan tidak pernah terpisahkan. Barang siapa memperhatikan kerusakan situasi alam ini, secara umum maupun khusus maka dia bakal mendapatkannya sebagai akibat dari kedua hal ini.</p>
<p></span><span>Kelalaian menjadi penghalang antara seseorang dengan kemampuan memandang kebenaran, mengetahuinya, dan memahaminya, sehingga ia termasuk dalam jajaran orang-orang yang sesat.</p>
<p></span><strong><span>Tanda-tanda lalai</span><span><br />
</span></strong><span>Saudaraku tercinta, lalai itu memiliki banyak tanda, dikala kita melihat salah satunya ada dalam diri kita, maka ketahuilah sesungguhnya kita dalam bahaya, cepatlah koreksi diri, kejarlah ketinggalan, dan mulailah menanggulangi tanda-tanda ini dengan cara-cara yang disyari&#8217;atkan agar kita mampu melepaskan diri dari cengkaramannya sepanjang masa. </span>Dan di antara-tanda itu adalah:</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Menyekutukan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, dan inilah fenomena kelalaian yang paling besar.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Kufur, fasiq, dan nifaq.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Melakukan perbuatan-perbuatan keji, seperti zina, sodomi, minum-minuman keras, dan lain sebagainya. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Menyia-nyiakan shalat, dan menyepelekan waktu-waktunya, serta (meninggalkan)mendirikannya secara berjamaah di mesjid. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Sedikit mengingat Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Sedikit membaca Al Qur&#8217;an.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Meninggalkan berdoa, dan berlindung kepada Alloh<em> Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Mencintai dunia, dan menyibukan diri untuk mengumpulkannya dengan berbagai cara.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify">Tasyabbuh (menyerupai) dengan musuh-musuh Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, baik dalam hal pakaian, cara hidup, dan penampilan.</p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Berteman dengan orang-orang jahat, dan orang yang tidak mau mengingatkannya kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Menyia-nyiakan waktu dalam hal yang bukan termasuk ketaatan kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Terlalu banyak makan, minum, tidur, dan bergaul, karena itu semua menyebabkan rusaknya hati dan malasnya anggota badan dari melaksanakan berbagai macam ketaatan. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Mendengarkan lagu-lagu, dan menonton siaran parabola yang beracun. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Tidak hati-hati dalam segala hal yang berkaitan dengan halal dan haram. </span></p>
</li>
<li class="MsoNormal">
<p align="justify"><span>Melanggar keharaman-keharaman yang nampak, seperti mempergunakan narkoba, merokok, laki-laki mengisbalkan pakaiannya dan mencukur jenggot, wanita ber-tabarruj dan keluar dengan bersolek serta memakai wangi-wangian, dan lain sebagainya.</span><span><br />
</span></li>
</ol>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;">(Sumber Rujukan: Nasrah Darul Wathan,  &#8220;Ila mata al ghaflah&#8221;)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediamuslim.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediamuslim.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediamuslim.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediamuslim.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediamuslim.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediamuslim.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediamuslim.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediamuslim.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediamuslim.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediamuslim.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediamuslim.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediamuslim.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=149&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/kapankah-kelalaian-ini-berakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuntunan Zakat Mal</title>
		<link>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/tuntunan-zakat-mal/</link>
		<comments>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/tuntunan-zakat-mal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 05:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muslim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zakat & Infak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/tuntunan-zakat-mal/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Zakat merupakan kewajiban syar&#8217;i dan salah satu dari rukun Islam yang sangat penting setelah syahadatain dan shalat. Dalil dari Al Qur&#8217;an, As Sunnah maupun ijma&#8217; kaum muslimin telah nyata menunjukkan bahwa zakat merupakan perkara wajib yang jika seseorang mengingkarinya bisa terjerumus ke dalam jurang kekufuran (murtad). Dia harus bertobat jika ingin kembali diakui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=148&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><span><span><span><span><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span></span></span></span>Zakat merupakan kewajiban syar&#8217;i dan salah satu dari rukun Islam yang sangat penting setelah syahadatain dan shalat. Dalil dari Al Qur&#8217;an, As Sunnah maupun ijma&#8217; kaum muslimin telah nyata menunjukkan bahwa zakat merupakan perkara wajib yang jika seseorang mengingkarinya bisa terjerumus ke dalam jurang kekufuran (murtad). Dia harus bertobat jika ingin kembali diakui lagi sebagai seorang muslim. Jika ia enggan bertobat maka boleh untuk diperangi.<span id="more-148"></span></p>
<p align="justify">Mereka yang bakhil atau membayar namun tidak sesuai kewajibannya maka ia telah berbuat zhalim dan akan berhadapan dengan ancaman Alloh yang sangat keras. Firman Alloh <em>Subhaanahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Alloh berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat&#8221;</em> (QS: Ali &#8216;Imron: 180)</p>
<p>Rasululloh <em>Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Barang siapa yang diberi oleh Alloh harta kemudian ia tidak membayar zakatnya maka akan dijelmakan harta itu pada hari kiamat dalam bentuk ular yang kedua kelopak matanya menonjol. Ular itu melilitnya kemudian menggigit dengan dua rahangnya sambil berkata: &#8220;Aku hartamu aku simpananmu&#8221;</em> (HR: Al-Bukhari)</p>
<p><strong>Beberapa Faedah Zakat<br />
A. Faedah diniyah (segi agama)</strong></p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari rukun Islam yang menghantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Rabbnya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Pembayar zakat akan mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, sebagaimana firman Alloh <em>Subhaanahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah&#8221;</em> (QS: Al Baqarah: 276)<br />
Dalam sebuah hadits yang muttafaq &#8216;alaih Nabi <em>Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> juga menjelaskan bahwa shadaqah dari harta yang baik akan ditumbuhkan kembangkan oleh Alloh <em>Subhaanahu wa Ta&#8217;ala </em>berlipat ganda.</li>
<li>
<p align="justify">Zakat merupakan sarana penghapus dosa, seperti yang pernah disabdakan Rasululloh <em>Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam. </em></p>
</li>
</ol>
<p align="justify"><strong>B. Faedah Khuluqiyah (Segi Akhlak) </strong></p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar zakat.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia kan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak.</p>
</li>
</ol>
<p align="justify"><strong>C. Faedah Ijtimaiyyah (Segi Sosial Kemasyarakatan)</strong></p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Memberikan support kekuatan bagi kaum muslimin dan mengangkat eksistensi mereka.Ini bisa dilihat dalam kelompok penerima zakat, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosisal, dendam dan rasa dongkol yang ada dalam dada fakir miskin. Karena masyarakat bawah biasanya jika melihat mereka yang berkelas ekonomi tinggi menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang tidak bermanfaaat bisa tersulut rasa benci dan permusuhan mereka. Jikalau harta yang demikian melimpah itu dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan tentu akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih antara si kaya dan si miskin.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak fihak yang mengambil manfaat.</p>
</li>
</ol>
<p align="justify"><strong> Harta yang wajib dikeluarkan Zakatnya</strong></p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Emas dan perak, dengan syarat telah mencapai nishab (batas minimal suatu harta wajib dizakati) dan melewati haul (putaran satu tahun penuh). Nishab emas adalah 85 gram dan perak 595 gram, dan harta yang dikeluarkan sebanyak dua setengan persen. Juga berlaku bagi mata uang yang telah mencapai nilai tersebut, demikian pula emas dan perak yang dipakai untuk perhiasan, meski dalam hal perhiasan ini ada sebagian ulama yang mewajibkan sekali saja seumur hidup bukan tiap tahun, di antaranya pendapat Anas bin Malik <em>Radiyallahu &#8216;anhu</em> (Al Muhalla 6/78 dan Sunan Kubra 4/138).</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Harta perniagaan/perdagangan, zakat yang dikeluarkan sebanyak dua setengah persen dengan hitungan jumlah nilai barang dagangan (harga asli/net) digabung dengan keuntungan bersih, dan jika memiliki hutang maka dipotong hutang terlebih dahulu. Termasuk ketegori perdagangan adalah jual-beli mobil, rumah (properti), textil dan binatang ternak. Akan tetapi mobil, rumah atau pakaian yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tidak ada kewajiban mengeluarkan zakatnya. Pembayaran zakat perdagangan dilakukan setelah mencapai nishab dan melalui haul.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Hasil Tanaman berupa biji-bijian maupun buah-buahan, dibayarkan ketika panen dengan nishab kurang lebih 670 kg. Zakat yang dikeluarkan sebanyak sepuluh persen jika yang menyiraminya air hujan, dan jika meng-gunakan alat atau dengan memindah air maka cukup lima persen.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Peternakan, Untuk kambing ketentuan zakatnya adalah sebagai berikut: Antara 40 sampai 120 ekor zakatnya satu ekor kambing. Antara 121 sampai 200 ekor zakatnya dua ekor kambing. 201 zakatnya 3 ekor kambing, kemudian setiap 100 kambing selanjutnya zakatnya satu ekor. Sedangkan nishab sapi adalah sebanyak 30 ekor, dan ketentuannya dapat dirujuk dalam buku-buku yang membahas masalah zakat secara khusus. Demikian juga harta-harta lain yang secara globalnya telah mencapai batas ketentuan diwajibkannya zakat.</p>
</li>
</ol>
<p><strong>Golongan yang berhak menerima zakat</strong></p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Fuqara (fakir), yaitu orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, penghasilannya hanya bisa menutupi separo kebutuhannya atau bahkan tidak sampai. Dalam arti mereka hidup jauh di bawah garis standar.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Masakin (miskin), yaitu orang yang penghasilannya sedikit dibawah garis standar, ia hanya kekurangan sedikit dalam hal pemenuhan kebutuhan. Syaikh Al-Utsaimin berpendapat bahwa seseorang yang tidak memiliki harta benda namun di sisi lain ia punya penghasilan baik itu berupa upah, gaji atau kesibukan lain yang memberi pemasukan mencukupi maka ia tidak berhak menerima zakat.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Amil Zakat, Mereka adalah petugas yang ditunjuk Hakim &#8216;Am dalam daulah (negara) untuk menarik zakat dari para aghniya&#8217; (orang yang wajib berzakat) dan sekaligus mendistribusikannya kepada para mustahiq (yang berhak menerima zakat), juga bertanggung jawab menjaga harta zakat tersebut.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Muallaf, mereka adalah orang-orang yang masih lemah imannya, terutama sekali bagi yang memiliki kedudukan penting seperti pemimpin suatu kaum/suku.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Riqab (budak), termasuk dalam hal ini adalah membelinya lalu memerdekakannya, membantu hamba sahaya yang berusaha menebus dirinya karena ingin merdeka, dan melepaskan kaum muslimin yang menjadi tawanan/sandera.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Gharim, yaitu orang yang terlilit hutang dan tidak memiliki kemampuan untuk membayarnya. Mereka diberi bagian dari zakat untuk membantu melunasi hutang tersebut entah itu banyak atau sedikit.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Fi Sabilillah, yakni mereka yang berjuang di jalan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, para mujahidin diberi bagian zakat sesuai kebutuhan mereka dan dari zakat ini dapat dibelikan alat-alat yang dibutuhkan untuk berjihad. Termasuk fi sabilillah adalah para penuntut ilmu syar&#8217;i.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Ibnu Sabil, yakni musafir yang kehabisan bekal di tengah perjalanan. Ia diberi zakat sebanyak keperluannya untuk sampai kembali ke negerinya.</p>
</li>
</ol>
<p align="justify">Mereka inilah para penerima zakat berdasarkan ketetapan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>dalam kitabNya. Perhatian untuk para pengelola zakat bahwa harta zakat tidak dapat disalurkan kepada selain 8 golongan yang tersebut di atas dengan alasan apapun. Baik itu berupa pembangunan masjid, renovasi jalan dan lain sebagainya, karena Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>menyebutkan pembagian ini dengan bentuk hashr (terbatas) yakni dengan kata innama (hanya). Sebagaimana disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 60.</p>
<p>Dari sini jelas sekali bahwa Islam tidak menyia-nyiakan harta dan segala peluang yang dapat membawa maslahat umat sehingga tidak tersisa dalam setiap jiwa rasa tamak dan bakhil yang menguasai hawa nafsu. Bahkan mengarahkannya untuk kepentingan yang lebih besar sebagai salah satu potensi untuk perbaikan kondisi umat.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Fushul fi Ash-Shiyam wa At-Tarawih wa Az-Zakah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mediamuslim.wordpress.com/148/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mediamuslim.wordpress.com/148/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediamuslim.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediamuslim.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediamuslim.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediamuslim.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediamuslim.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediamuslim.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediamuslim.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediamuslim.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediamuslim.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediamuslim.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mediamuslim.wordpress.com&blog=535769&post=148&subd=mediamuslim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediamuslim.wordpress.com/2007/07/19/tuntunan-zakat-mal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0d8e12290e79b392581766801981268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>